TAS FM
News

Wujudkan Pelayanan Kearsipan Dinamis dan Terpercaya, Pemkot Kediri Gelar Sosialisasi Aplikasi SRIKANDI

Wujudkan Pelayanan Kearsipan Dinamis dan Terpercaya, Pemkot Kediri Gelar Sosialisasi Aplikasi SRIKANDI
Pemkot Kediri Gelar Sosialisasi Aplikasi SRIKANDI

Tasfm.com – Guna menjaga keamanan arsip-arsip pemerintahan di lingkungan Pemerintah Kota Kediri dan menindaklanjuti surat edaran Menteri Dalam Negeri Nomor: 100.4.4.1/8557/SJ pada bulan November 2022 lalu perihal implementasi Sistem Informasi Kearsipan Dinamis Terintegrasi (SRIKANDI) berdasarkan pada Peraturan Presiden Nomor 95 Tahun 2018 tentang Sistem Pemerintahan Berbasis Elektronik (SPBE), hari ini (18/1) Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kota Kediri mengundang seluruh OPD termasuk Kelurahan dan Kecamatan, Puskemas dan BUMD untuk mengikuti sosialisasi pelaksanaan naskah Dinas Rekam Media Elektronik melalui aplikasi SRIKANDI, di Ruang Joyoboyo Balai Kota Kediri.

Kepala Disarpus Kota Kediri, Eko Lukomono Hadi menjelaskan bahwa Aplikasi SRIKANDI ini merupakan regulasi dari Pemerintah Pusat untuk mewujudkan pelayanan kearsipan dinamis dan terpercaya serta mewujudkan tata kelola pemerintahan yang bersih, efektif, transparan, dan akuntabel melalui penerapan SPBE di lingkungan pemerintah. Aplikasi ini merupakan hasil kolaborasi antara Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (PANRB), Kementerian Komunikasi dan Informatika, Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) dan Arsip Nasional Republik Indonesia (ANRI).

Pada kesempatan tersebut, didepan 220 orang peserta sosialisasi Eko menjelaskan pentingnya mendokumentasikan arsip. Menurutnya dengan terdomentasikannya arsip dengan baik akan membantu satker tersebut jika menemui masalah di kemudian hari. “Arsip itu sangat penting untuk membantu diri kita sendiri saat ada problem,”tegasnya.

Lebih lanjut, Eko juga menjelaskan bahwa dokumen arsip pemerintah memiliki masa simpan minimal 10 tahun, selama masa simpan tersebut dokumen arsip tidak boleh hilang atau dimusnahkan. “ Jika dalam masa tersebut, ketika dokumen arsip dibutuhkan tapi ternyata dokumen telah hilang akan ada sanksi pidana hingga 2 tahun masa kurungan seperti yang tertuang pada pasal 36 Undang-Undang Kearsipan,”jelasnya.

Tak hanya tertuang pada UU Kearsipan, Eko menegaskan bahwa hukum pidana pemusnahan arsip juga tercantum pada Peraturan Daerah No 2 Tahun 2018 tentang Penyelenggaraan Kearsipan pasal 35.

Eko mengatakan bahwa masih banyak OPD, baik di Kelurahan, Dinas, BUMD maupun Puskemas yang dokumen-dokumen arsipnya belum tersimpan dengan rapi dan aman. Dengan adanya aplikasi ini, Eko mengatakan akan memudahkan perangkat daerah terutama Kelurahan dan Kecamatan yang mungkin saja memiliki kantor yang sempit dan tidak mempunyai gudang atau depo arsip.

Usai sosialisasi pada hari ini, Eko juga mengatakan bahwa pihaknya akan memberikan pendampingan penggunaan Aplikasi SRIKANDI pada masing-masing OPD mulai minggu depan secara bergantian.

Hadir sebagai narasumber kegiatan tersebut, Kepala Dinas Kearsipan dan Perpustakaan Eko Lukmono Hadi, Kepala Bagian Organisasi Herwin Zakiyah dan Kepala Bidang Aplikasi Informatika Diskominfo Khayat Subkhan

Artikel Terkait

Bersama Pak Pram dan Keluarga, Mas Dhito Berkunjung ke Ndalem Pojok

Patroli KRYD Skala Besar Polres Kediri Kota, Langkah Cegah Gangguan Kamtibmas di Bulan Ramadhan

Ikuti Arahan Mendagri, Pemkot Kediri Gerakkan Seluruh OPD Untuk Percepatan Transformasi Digital