TAS FM
News

2 Pendaki Tersesat di Gunung Klotok Kediri, Operasi Penyelamatan Berlangsung 4 Jam

2 Pendaki Tersesat di Gunung Klotok Kediri, Operasi Penyelamatan Berlangsung 4 Jam
2 Pendaki Tersesat di Gunung Klotok Kediri

Tasfm.com – Dua orang pendaki Gunung Klotok Kediri dilaporkan tersesat dan mengalami sesak nafas.

Dua pendaki tersesat di Gunung Klotok Kediri itu adalah Riski Priyanto (18) siswa SMK Muhammadiyah Ngadiluwih Kediri dan Jibran (18).

Kedua pendaki tersebut tersesat di Watu Bengkah Gunung Klotok Kediri. Beruntungnya, mereka bisa diselamatkan oleh Tim Wana Rescue Kediri.

Menurut Ketua Wana Rescue, Joko Suprayitno, Riski melakukan pendakian ke Gunung Klotok Kediri, pada Sabtu 10 Februari 2024 kemarin.

Dia berangkat bersama temannya Jibran, sekitar pukul 16.00 WIB. Kemudian mereka tersesat di bawah Watu Bengkah.

Lokasi mereka berada sejauh 500 meter dari tebing. Kedua pendaki mengalami sesak nafas dan dehidrasi. Kondisi keduanya dilaporkan pada pukul 19.00 WIB.

Ketua Wana Rescue, Joko Suprayitno, mengatakan, tim menerima laporan terkait kejadian tersebut melalui media sosial Instagram. Tim kemudian langsung bergerak menuju lokasi dengan membawa 6 personel.

“Kami berangkat untuk melakukan pencarian dan evakuasi pada pukul 19.30 WIB. Sampai di lokasi survivor pada pukul 22.00 WIB, dan baru berhasil turun pada Minggu, 11 Februari 2024 jam 3 pagi,” jelas Joko.

Tim Wana Rescue Kediri melakukan pencarian selama 4 jam. Medan yang ditempuh jalur terjal dan licin.

Proses pencarian di bagi 3 kru. Kemudian setelah berhasil dievakuasi, kedua korban kemudian diantar ke rumah masing-masing.**

Artikel Terkait

Mas Dhito Tegaskan Tak Ada Pesta Kembang api di Malam Tahun Baru

Hadiri Ta’dzim Nuzulul Qur’an di Lirboyo, Mbak Wali Tekankan Nilai Al-Qur’an sebagai Kompas Moral

Tasfm.com – Inspektorat Kabupaten Kediri,berprinsip akan tetap memonitoring, tentang Pelaksanaan Pengisian Perangkat Desa,sesuai dengan Peraturan Bupati ( PerBup ),yang telah ditetapkan. Hal ini dikarenakan,pengisian perangkat desa merupakan kewenangan Pemerintah Desa ( PemDes ).Pemkab hanya mengeluarkan regulasi dalam bentuk PerBup.diluar itu Pemkab tidak ikut cawe – cawe ( mengatur ),dalam Pelaksanaan Pengisian Perangkat Desa tersebut. Wirawan,SE.Ak.MM.CA.Selaku Plt,Inspektorat Kabupaten Kediri,waktu dihubungi lewat handphone.Selasa,( 26/12), menyatakan,terkait berita yang ditayangkan oleh pihak tasfm.com,tentang dugaan pungli oleh pihak Penyelanggara Desa ( PemDes ),saya baru mengetahui mas,sebab sampai saat ini Inspektorat,belum mendapat laporan berapa Desa dan berapa lowongan Perangkat Desa yang akan diisi. “Prinsip Inspektorat bersama Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintah Desa ( DPMPD ) tetap memonitoring,proses pengisian perangkat desa tersebut.” Ungkapnya Selanjutnya Wirawan menegaskan,walaupun Inspektorat Kabupaten tidak terlibat dalam proses pengisian perangkat Desa,dan pemangku sebenarnya, Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintah Desa ( DPMPD ),Inspektorat akan tetap menindak lanjuti nya. “Kalau pun,ada dugaan pelanggaran sebagaimana diatur,di dalam Perbup atau Peraturan Perundang – Undangan,inspektorat akan melakukan pemeriksaan.”tegasnya. Untuk diketahui,jurnalis tasfm.com pada hari kamis,tanggal 21 Desember 2023,menemukan dugaan pungli,atau pelanggaran dalam proses pemilihan perangkat Desa,tepatnya di desa Ploso Kecamatan Mojo Kabupaten Kediri.tatkala diminta sejumlah uang oleh oknum Kepala Desa diwilayah Kecamatan Mojo tersebut.dan dalam proses investigasi jurnalis tasfm.com,menghadap ke kantor DPMPD Kabupaten Kediri, di jalan PB Sudirman No 141 ,untuk meminta konfirmasi tentang berita tersebut,tapi belum bisa ditemui.alasan staf DPMPD,bapak pimpinan masih sibuk, tugas di lapangan.* Reporter : Achmad fitriyadi