TAS FM
News

Tak Sekedar Jadi Indentitas, Bambang Priambodo Prakasi Tarian Punya Filosofi Sejarah Kota Kediri

Tak Sekedar Jadi Indentitas, Bambang Priambodo Prakasi Tarian Punya Filosofi Sejarah Kota Kediri
Tak Sekedar Jadi Indentitas, Bambang Priambodo Prakasi Tarian Punya Filosofi Sejarah Kota Kediri

Tasfm.com – Lomba Cipta Tari Kreasi Khas Daerah adalah kompetisi seni tari yang berfokus pada eksplorasi gerak, musik, dan busana berbasis tradisi lokal. Kompetisi ini sudah sering diselenggarakan oleh Pemerintah Kota Kediri, untuk melestarikan identitas budaya, menggali potensi seniman baru, dan mempromosikan kekayaan daerah.

Dalam sambutan, Kepala Disbudparpora Kota Kediri Bambang Priambodo menyampaikan penjajakan dalam penciptaan karya tari kreatif dan inovatif adalah tahapan eksplorasi. Proses ini melibatkan pencarian, pengumpulan, dan penggabungan motif gerak, ide, serta elemen pendukung (musik, busana, properti, dan tata panggung) untuk melahirkan bentuk pertunjukan baru yang segar dan orisinal.

“Acara ini terbuka untuk umum secara gratis, diadakan di area ikonik Kawasan Goa Selomangleng, dan menjadi wadah ekspresi para seniman lokal dalam menciptakan karya gerak tari yang merepresentasikan kekhasan daerah,” ujarnya. Minggu (19/7/2026).

Dalam wawancara, Kadis Bambang Priyambodo katakan bahwa Lomba Cipta Tari Kreasi Baru ini, menjadi salah satu rangkaian kegiatan lomba menjelang Hari Jadi Ke-1147 Kota Kediri.

“Lomba ini diikuti oleh komunitas budaya serta sanggar yang berdomisili di wilayah Kota Kediri dan Kelurahan, sebagai bentuk apresiasi masyarakat atas ide dan gagasan untuk mencari sekaligus menggali,” ujarnya.

Apresiasi yang tinggi diberikan Bambang kepada pelaku seni terutama sanggar tari. Dirinya berharap dari kegiatan ini akan menghasilkan para pelaku seni tari yang profesional untuk memajukan Kota Kediri.

Selain itu, Bambang juga meminta dukungan dari seluruh masyarakat, terhadap berbagai kegiatan Hari Jadi Kota Kediri tahun ini.

“Dalam menyongsong hari jadi Kota Kediri banyak kegiatan yang dilakukan, sehingga perlu dukungan dari semua stakeholder dan masyarakat,” tandasnya.

Pamong Budaya Ahli Muda Bidang Kebudayaan Disbudparpora Kota Kediri, Endah Setyowati, menjelaskan bahwa lomba tersebut dirancang untuk menemukan karya tari yang benar-benar merepresentasikan karakter dan kekhasan Kota Kediri. Hingga kini Kota Kediri belum memiliki tari identitas sebagaimana sejumlah daerah lain di Indonesia.

“Jadi, melalui lomba ini kami berharap lahir karya yang benar-benar bisa menjadi identitas Kota Kediri,” tegasnya.

Untuk dicatat, lanjut Endah, kompetisi serupa pernah digelar pada tahun-tahun sebelumnya, konsep kali ini berbeda karena peserta diwajibkan menciptakan tari kreasi yang secara khusus mengangkat ciri khas Kota Kediri.

“Selain memperebutkan hadiah uang pembinaan, para pemenang juga akan memperoleh kesempatan tampil dalam sejumlah agenda resmi peringatan Hari Jadi Kota Kediri ke-1.147, termasuk prosesi Manusuk Sima,” ungkap Endah.

Kompetisi tersebut diikuti peserta dari berbagai sanggar tari dan sekolah. Dari 14 karya yang mendaftar, panitia menetapkan 10 finalis untuk tampil di hadapan dewan juri tingkat nasional yang berasal dari Yogyakarta, Batu, dan Tulungagung.
Juara I akan menerima hadiah sebesar Rp3 juta, Juara II Rp2,5 juta, dan Juara III Rp2 juta. Sementara tiga nominasi terbaik lainnya masing-masing memperoleh uang pembinaan sebesar Rp1 juta.

Ambar salah satu peserta dari sanggar budaya nusantara. Sangat mengapresiasi acara tersebut, Kota Kediri telah memberi ruang pada generasi-generasi muda kita untuk berkreasi kemudian mengekspresikan dirinya sebebas-bebasnya melalui ajang kreasi tari kreasi daerah.

“Ini sangat positif paling tidak kita akan kaya secara budaya, agar tidak kalah dengan budaya luar,” tutupnya. (*)

Reporter : Panji Achmad Chaplin

Artikel Terkait

Jelang Penilaian Kinerja Tim Percepatan Penurunan Stunting, Pemkot Kediri Adakan Rakor Persiapan

Komitmen Meningkatkan Mutu Pendidikan, Dinas Pendidikan Bersama Forum Komite Gelar Rakor

KEPALA PERWAKILAN BANK INDONESIA KEDIRI RESMI DIKUKUHKAN