TAS FM
News

Tagih Janji 10 Tahun 44 Hari Tidak Ditepati,Puluhan Warga PKL Unjuk Rasa ke Disperindagin

Tagih Janji 10 Tahun 44 Hari Tidak Ditepati,Puluhan Warga PKL Unjuk Rasa ke Disperindagin
Puluhan Warga PKL Unjuk Rasa ke Disperindagin

Tasfm.com – Pedagang Pasar Loak Kaliombo yang berjumlah puluhan dan tergabung dalam Forum Komunitas Pedagang Trotoar ( FKPT ), Unjuk Rasa Tagih Janji selama 10 tahun 44 hari tidak ditepati oleh pihak Pemerintah Daerah ( Pemkot Kediri ),ke Kantor Dinas Perindustrian dan Perdagangan ( Disperdagin ) Kota Kediri,Senin ( 5/2 ),yang bertempat di Jl.Penanggungan No 2 Kecamatan Mojoroto Kota Kediri Jawa Timur.

Mohamad Hanif, Kordinator Aksi FKPT Pasar Loak Kaliombo kepada awak media mengatakan, aksi yang dilakukan pedagang pasar loak kali ini karena sejak 10 tahun lebih terhitung sampai sekarang nasibnya dibiarkan terkesan pembiaran oleh pihak Pemkot Kediri.

“Aksi ini kami menagih janji ,selama 10 tahun lebih 44 hari tidak ada kepastian dari pihak Pemkot Kediri,”terangnya

Janji itu meliputi,angkutan mikrolet akan dilewatkan ke pasar loak,papan petunjuk jalan arah ke pasar loak,dibuatkan pintu masuk atau gapura,perbaikan saluran air karena kalau musim hujan akan terjadi kebanjiran,dan pernah menawarkan akan membuatkan tempat untuk pasar lagi yang lokasinya disebelahnya pasar loak sekarang,sebab pasar loak peruntukannya untuk pedagang sayur – mayur.

“Itu semua tidak pernah dijalankan,apalagi penawaran lokasi baru kami para pengurus sempat pernah diperiksa oleh KPK,”Jelas Hanif

Dijelaskan semula pedagang pasar loak berjualan di trotoar Jl Patiunus dan Jl Sriwijaya. Kemudian Pemkot Kediri merelokasi ke Kelurahan Kaliombo.Sampai saat ini terdapat sekitar 100 pedagang yang berjualan di pasar loak. Sedangkan Pedagang tidak dipungut retribusi dan hanya membayar iuran untuk kebersihan.untuk parkir dikelola oleh warga atas nama Karang Taruna Kelurahan Kaliombo.

Aksi berjalan kurang lebih 30 menit,para perwakilan dari pihak SKPT ditemui oleh pihak Disperdagin Kota Kediri.

Wahyu Kusuma Wardani Kepala Dispedagin Kota Kediri usai menerima perwakilan dari FKPT,kepada awak media mengakui memang Pemkot Kediri kurang memberi perhatiannya kepada mereka para pedagang loak Kaliombo.

“Kami mengakui kurang perhatian kepada mereka,tapi ingat keberadaan pedagang tetap kita pertahankan.” Tuturnya

Konsekuensi dari kurangnya perhatian Pemkot Kediri berjanji akan memperbaiki sarana dan prasarana fisik dan drainase yang ada di pasar loak, karena banyak yang rusak.Termasuk kebutuhan untuk permodalan dan pembentukan koperasi.

“Kami akan segera komunikasi dengan beberapa Organisasi Pemerintah Daerah (OPD) di Pemkot Kediri,” jelasnya.

Wahyu berharap pedagang yang sudah berjualan di dalam pasar loak, jangan berjualan lagi keluar pasar dan trotoar jalan.
“Pihaknya berjanji akan menyelesaikan permasalahan dalam kurun waktu maksimal satu bulan ( 1 bulan ),terhitung dari sekarang.”Pungkasnya***

Reporter : Achmad Fitriya

Artikel Terkait

Ruas Jalan Sempat di “Patok” dan Dimintai Foto Copy SHM,Warga Mrican Pertanyakan Kelanjutan Pelebaran Jalan

Awasi Stabilitas Harga Komoditas, DKPP Gelar Monitoring Harian

Pj Wali Kota Kediri Resmikan Pengembangan Pembangunan Pasar Grosir Ngronggo