TAS FM
News

Sidak Polsek Pagu, Wakapolres Kediri Cek Kesiapsiagaan Anggota

Sidak Polsek Pagu, Wakapolres Kediri Cek Kesiapsiagaan Anggota
Sidak Polsek Pagu, Cek Kesiapsiagaan Anggota

[13.22, 27/2/2024] PanjiAchmad Caplin: Tasfm.com – Pastikan kesiapsiagaan anggota, Wakapolres Kediri Kompol Verawaty Thaib, S.I.K. giatkan inspeksi mendadak (sidak) di Mapolsek Pagu Polres Kediri, Selasa (27/2/2024) pagi.

Kegiatan ini merupakan upaya Polres Kediri dalam meningkatkan efektivitas dan efisiensi tugas kepolisian, dengan cara memantau langsung pelaksanaannya melalui Polsek jajaran.

Pemeriksaan melibatkan kelengkapan sarana prasarana dan administrasi, termasuk kebersihan lingkungan kantor, kelayakan ranmor dinas hingga kesiapan pelayanan di SPKT (Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu ) sesuai dengan prosedur yang berlaku.

Keberadaan Kompol Verawaty tidak hanya sebagai pengawas, tetapi juga sebagai unsur pimpinan yang terlibat langsung dalam memastikan tugas Kepolisian beroperasi dengan optimal.

Sidak tidak hanya mencakup evaluasi terhadap sarana prasarana, namun juga melibatkan penilaian terhadap kesiapan anggota Polsek Pagu terkait dengan sikap tampang saat bertugas.

“Selalu jaga kebersihan, kerapihan dan perhatikan sikap tampang saat bertugas, karena kita (Polri) bersentuhan langsung dengan masyarakat,” ucap Kompol Verawaty.

Pada kesempatan tersebut, Ia juga memberikan pengarahan untuk selalu menjaga kesehatan, meningkatkan kewaspadaan dan senantiasa menjalin hubungan baik dengan masyarakat guna menghindari kejadian yang tidak diinginkan.

Dengan adanya kegiatan berkala ini, diharapkan kedisiplinan dan profesionalisme anggota dalam melindungi, mengayomi dan melayani masyarakat dapat terjaga secara maksimal.(*)
[14.16, 27/2/2024] PanjiAchmad Caplin: Santri di Kediri Tewas Dianiaya, Polisi Amankan 4 Pelaku

Tasfm.com – Polres Kediri Kota mengamankan empat orang pelaku penganiayaan terhadap Bintang Balqis Maulana (14) santri asal Banyuwangi. Keempat pelaku adalah teman mondok korban di Pondok Pesantren Tartilul Quran (PPTQ) Al – Hanifiyyah Desa Kranding, Kecamatan Mojo, Kabupaten Kediri.

Kapolres Kediri Kota AKBP Bramastyo Priaji mengatakan, keempat pelaku masing-masing NN (18) siswa kelas 11 asal Sidoarjo, MA (18) siswa kelas 12 warga Kabupaten Nganjuk, AF (16) asal Denpasar Bali dan AK (17) warga Surabaya.

“Dari hasil koordinasi kami dengan Polresta Banyuwangi, kami melaksanakan tindak lanjut berupa Olah TKP dan pemeriksaan saksi. Minggu malam, kami amankan 4 orang dan kita tetapkan tersangka, dan kita lakukan penahanan,” ujar AKBP Bramastyo Priaji, pada Senin (26/2/2024).

Masih kata Kapolres, motif para pelaku menganiaya korban hingga tewas karena salah paham. Kini pihaknya masih mendalami kasus ini untuk mengungkap penyebab kematian santri muda asal Afdeling Kampunganyar, Dusun Kendenglembu, Desa Karangharjo, Kecamatan Glenmore, Banyuwangi.

“Penyebab kematian korban masih dalami dari saksi-saksi yang ada di Kediri, di lingkup pesantren maupun dokter yang menerima jenazah di Banyuwangi,” tegasnya.

Keempat pelaku kini harus mendekam di sel tahanan Polres Kediri Kota. Mereka terancam pasal 80 ayat 2 tentang perubahan Undang-Undang Perlindungan Anak dengan ancaman hukuman selama 15 tahun penjara.

Disisi lain, pihak ponpes membantah korban tewas karena dianiaya. Pengasuh PPTQ Al-Hanifiyyah Fatihunada alias Gus Fatih mengaku, santrinya meninggal karena sakit, usai terjatuh di kamar mandi.

Sebelumnya, Bintang Balqis Maula, santri PPTQ Al-Hanifiyyah Kediri tewas akibat penganiayaan. Pihak keluarga melaporkan kasus kematian tak wajar korban ke Polsek Glenmore, Banyuwang

Artikel Terkait

ASN dan Pegawai Memiliki Libur Lebaran Yang Sama : Simak yuk infonya

Kapolres Kediri Kota Pimpin Apel Bersama, Cek Kesiapan Anggota Dalam Pengamanan Pemilu 2024

Berharap Pasar Resmi Khusus Pedagang Loak Bukan Bersifat Sementara