TAS FM
News

Perluas Jaminan Sosial Ketenagakerjaan, Gus Qowim Dorong Program Perlindungan Masyarakat

Perluas Jaminan Sosial Ketenagakerjaan, Gus Qowim Dorong Program Perlindungan Masyarakat

Tasfm.com – Wakil Wali Kota Kediri Qowimuddin Thoha mengajak seluruh pihak memperluas perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan bagi pekerja di Kota Kediri. Hal tersebut disampaikan saat membuka Sosialisasi Manfaat Program BPJS Ketenagakerjaan melalui Program Sertakan (Sejahterakan Pekerja Sekitar Anda) di Hotel Merdeka, Senin (28/9/2026).

Gus Qowim mengatakan, jaminan sosial ketenagakerjaan penting untuk melindungi pekerja dan keluarganya dari berbagai risiko. Perlindungan tersebut juga perlu diperluas kepada pekerja sektor informal, seperti pedagang, pelaku usaha kecil, pengemudi, pekerja jasa, hingga pekerja rumah tangga.

Saat ini, sebanyak 13.000 pekerja rentan telah terlindungi dan Pemkot Kediri menargetkan cakupan tersebut meningkat menjadi 72.000 pekerja pada akhir tahun. Seiring perluasan tersebut, verifikasi dan sinkronisasi data antara Pemkot Kediri dan BPJS Ketenagakerjaan perlu dilakukan agar program tepat sasaran.

“Perluasan perlindungan ini membutuhkan kolaborasi berbagai pihak, mulai BPJS Ketenagakerjaan, TP PKK, dunia usaha, komunitas hingga masyarakat. Program Sertakan menjadi salah satu upaya untuk mendorong kolaborasi sekaligus mengajak masyarakat ikut memberikan perlindungan kepada pekerja di sekitarnya,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Kantor Cabang BPJS Ketenagakerjaan Kediri Suriyadi mengatakan, Pemkot Kediri bersama BPJS Ketenagakerjaan terus memperluas perlindungan jaminan sosial ketenagakerjaan bagi masyarakat. Ia mengapresiasi dukungan Pemkot Kediri dalam upaya tersebut.

“Namun, perlindungan ini tentu tidak bisa seluruhnya mengandalkan APBD karena ada keterbatasan. Karena itu, kami memiliki Program Sertakan, yang mengajak kita memberikan perlindungan kepada pekerja di sekitar yang belum menjadi peserta, misalnya pekerja rumah tangga, marbot masjid, pedagang keliling, dan lainnya,” jelasnya.

Suriyadi berharap sosialisasi Program Sertakan dapat ditindaklanjuti dengan aksi nyata, khususnya melalui peran ibu-ibu PKK yang dinilai memiliki kedekatan dengan masyarakat. “Kami berharap informasi ini tidak berhenti pada sosialisasi, tetapi dapat diwujudkan dalam aksi nyata. Ibu-ibu PKK dapat ikut mengajak dan membantu memberikan perlindungan kepada warga di sekitarnya yang belum menjadi peserta BPJS Ketenagakerjaan,” pungkasnya.

Pada kesempatan ini, juga diserahkan santunan jaminan kematian dan jaminan hari tua BPJS Ketenagakerjaan kepada ahli waris Moh. Roji yang bekerja sebagai petani/peternak, dan santunan pemakaman kepada Anto, seorang pekerja rentan.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut, Ketua TP PKK Kota Kediri Faiqoh Azizah Muhammad, Ketua Ikatan Istri Karyawan BPJS Ketenagakerjaan Cabang Kediri Desi Indriyasari, jajaran pengurus TP PKK Kota dan Kabupaten Kediri, serta penerima manfaat BPJS Ketenagakerjaan dan penerima Program Sertakan.

Artikel Terkait

Terjunkan Tim Gabungan, Bupati Dhito Bantu Pengobatan Warga Penderita Tumor

Mas Dhito Bakal Fasilitasi PTT Berwirausaha

Siap Gelar Lomba Penelitian Pembangunan Kota Kediri, Bappeda Kota Kediri Berikan Sosialisasi ke Perguruan Tinggi se-Kota Kediri