TAS FM
News

Pemilihan Perangkat Desa Serentak Se Kabupaten Kediri, Diduga Jadi Ajang Bancaan ; Ini Infonya

Pemilihan Perangkat Desa Serentak Se Kabupaten Kediri, Diduga Jadi Ajang Bancaan ; Ini Infonya
Pemilihan Perangkat Desa Serentak Se Kabupaten Kediri

Tasfm.com – Penyelenggaraan pemilihan perangkat desa di wilayah Kabupaten Kediri Jawa Timur, diduga menjadi ajang bancaan uang bagi penyelenggara.

Ini dibuktikan salahsatunya dari keterangan peserta seleksi jabatan Sekretaris Desa (Sekdes) , tepatnya Desa Ploso Kecamatan Mojo.

Sebut saja , Soim, (30) warga Desa Ploso Kecamatan Mojo mengaku pasrah saat cita-citanya menjadi pelayan masyarakat ,di desanya akan berujung kandas tatkala diminta sejumlah uang oleh oknum Kepala Desa di wilayah Kecamatan Mojo, yang mengaku mewakili Kepala Desa (Kades) Ploso.

“Jika ingin masuk menjadi carik (Sekdes) sampeyan sepertinya peluangnya sudah tertutup karena sudah ada yang mengasih DP, (Down Payment) uang dari peserta yang lain, “ujarnya menirukan ucapan oknum Kades saat dirinya menanyakan perihal persyaratan agar bisa diterima pengabdiannya untuk Desa itu, Kamis, (21/12).

Perlu diketahui, pelaksanaan pemilihan perangkat Desa se Kabupaten Kediri tersebut telah menyeleseikan tahapan seleksi administrasi dan dilanjutkan tahapan ujian seleksi yang rencananya akan diselenggarakan pada Rabu,(27/12) ,bertempat di Convention Hall Komplek Simpang Lima Gumul Kediri.

“Benar pak, nanti akan diselenggarakan ujian secara serentak pada hari tanggal dan tempat yang njenengan sampaikan, “ujar salahsatu staf sekretariat Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Pemerintahan Desa (PMPD) Kabupaten Kediri, Jatim.

Sayangnya, staf dinas perempuan yang berkerudung ini, tidak mau namanya dimediakan dengan alasan ada yang lebih berwenang dalam memberikan statemen kepada awak media.

“Saya tidak berhak memberikan keterangan,langsung saja ke pak Kabid pak.”

Pinta perempuan berbaju merah dan berkerudung hitam itu.

Bahkan saat awak media meminta nomor yang bisa dikonfirmasi, dengan nada halus staf itu menolaknya.

Lebihlanjut, Soim mengaku akan memperjuangkan haknya terus demi keinginannya mengabdi kepada masayarakat di desanya itu dengan berbagai cara, senyampang sesuai dengan aturan dan perundang-undangan yang berlaku.

“Masa urusan mengabdi harus pakai uang sogokan dan jumlahnya ratusan juta.Kok ndak ada habis-habisnya budaya negatif dipelihara di negara ini, “terangnya.

Sementara itu, pihak Dinas PMPD Kabupaten Kediri belum memberikan keterangan resmi terkait hal ini.

Kepala Dinas PMPD Kabupaten Kediri Agus Cahyono, dan Kepala Bidang Pemerintahan Desa Henry Rutriandy, sedang dinas luar seperti diterangkan staf BPMPD Kabupaten Kediri,dan awak media menunggu di ruangan aula Kabupaten Kediri,belum nampak satu pun yang balik kantor,sampai berita ini ditayangkan.*

Reporter : Achmad Fitriyadi

Artikel Terkait

DPUPR Perbaiki dan Lakukan Perawatan Trotoar di Kota Kediri

Pj Wali Kota Kediri Zanariah Tanam Pohon pada Ekspedisi Penyelamatan Mata Air di Sumber Cakarwesi

Bawaslu Kota Kediri Sinkronisasi Penanganan Pelanggaran Pemilu 2024 ; Gandeng Organisasi Media Dan Mahasiswa