TAS FM
EdukasiHeadline

Pasca PEMILU 2024 : Merajut Persatuan Dengan Pemilihan Serentak

M.Machrus Ali Tobroni

Tasfm.com-Pemilu bukanlah sekadar tentang politik atau ajang perebutan kekuasaan semata, namun lebih dari itu, Pemilu merupakan panggung bagi rakyat Indonesia untuk menentukan arah masa depan bangsa.

Dalam perjalanan demokrasi yang kita jalani, setiap pemilu menjadi momentum penting untuk menguji kedewasaan politik dan keberanian kita sebagai bangsa yang besar dan berbudi luhur dalam menjaga persatuan dan persaudaraan.

Menjaga persatuan dan persaudaraan merupakan fondasi utama dalam membangun sebuah negara yang kokoh dan berdaya. Setiap langkah yang diambil, setiap kebijakan yang dibuat, dan setiap proses demokratis yang dilaksanakan harus senantiasa mempertimbangkan nilai-nilai tersebut.

Tentu hal ini bukan hanya menjadi tanggung jawab elit politik dalam merajut peratuan dan kesatuan namun menjadi tanggung jawab seluruh elemen dalam berbangsa dan bernegara termasuk masyarakat itu sendiri.

Di tengah maraknya dinamika politik pasca pemilu 2024 yang dilaksanakan pada tanggal 14 Februari 2024 lalu, nyatanya tidak sedikit dinamika politik dan polarisasi opini yang menggiring pada upaya pencegahan untuk merajut persatuan dan kesatuan.

Meski kita semua mengetahui bahwa sampai saat tahapan pemilu belum bisa di nyatakan benar-benar selesai sampai dengan terlantik presiden wakil presiden dan parlemen terpilih, namun seyogyanya sebagai bangsa yang berbudi luhur harusnya para elit politik mempertontonkan dinamika yang menyejukan dan meredam dinamika perpecahan.

Pasca pelaksanaan pemilu 2024 bangsa kita akan kembali bertemu pada proses perebutan kekuaasaan yang sah dan legal yakni pelaksanaan Pemilihan Kepala daerah yang akan dilaksanakan secara serentak.

Jika merujuk pada PKPU 02 Tahun 2024 pelaksanaan pilkada serentak akan digelar pada tanggal 27 November 2024. Tentu ini menjadi pedoman bagi seluruh elit politik untuk mulai meredam dinamika politik yang mengikis perpecahan serta segera menginstruksikan seluruh elemen partai untuk kembali mulai mengedukasi masyarakat tentang Negara Kesatuan Republik Indonesia.

Sebagai sebuah bangsa yang kaya akan keberagaman, kita harus senantiasa mengingat bahwa kekuatan sejati terletak pada kesatuan dalam perbedaan. Setiap individu memiliki hak untuk menyuarakan pendapatnya, namun kita juga memiliki kewajiban untuk mendengarkan, menghormati, dan bekerja sama untuk mencapai kesepakatan bersama.

Persatuan bukanlah hasil dari pemaksaan atau hegemoni, melainkan produk dari kesadaran kolektif akan pentingnya membangun hubungan yang harmonis dan saling menghargai di antara sesama.

Selain itu, peran media massa juga sangat penting dalam membentuk opini publik dan menyebarkan informasi yang seimbang dan bertanggung jawab. Media harus menjadi mitra dalam membangun persatuan dan persaudaraan dengan mengedepankan prinsip kebenaran, keadilan, dan kepentingan bersama di atas segalanya.

Dengan demikian, menjaga persatuan dan persaudaraan bukanlah tugas yang hanya dilakukan oleh pemerintah atau sekelompok kecil elit, melainkan tanggung jawab bersama seluruh elemen masyarakat. Hanya dengan kesadaran kolektif dan komitmen yang kuat, kita dapat menjaga persatuan dan persaudaraan sebagai modal utama dalam membangun Indonesia yang lebih maju dan berdaya.

Marilah kita jadikan semangat persatuan dan persaudaraan sebagai pijakan kokoh dalam setiap langkah kita menuju masa depan yang gemilang. Dengan bersatu dan saling mendukung, kita akan mampu mengatasi segala tantangan yang menghadang, dan mewujudkan cita-cita bersama sebagai bangsa yang besar dan bermartabat.(*)

Artikel Terkait

Konsulat Jendral Amerika Serikat di Surabaya Kunjungi Kediri, Wali Kota Kediri : Banyak Hal yang Akan Dikolaborasikan

Editor TASFM.com

Komitmen Tanpa Batas, BPJS Kesehatan Berikan Layanan JKN Selama Libur Lebaran

Mas Dhito Dorong Peningkatan Pengawasan dan Pelayanan Puskesmas

Editor TASFM.com