TAS FM
News

Pantau Harga Pangan Setiap Hari, DKPP Pastikan Harga Stabil dan Pasokan Komoditas Tetap Aman

Pantau Harga Pangan Setiap Hari, DKPP Pastikan Harga Stabil dan Pasokan Komoditas Tetap Aman
Pantau Harga Pangan Setiap Hari, DKPP Pastikan Harga Stabil dan Pasokan Komoditas Tetap Aman    

Tasfm.com – Pemerintah Kota Kediri melalui Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian (DKPP) terus melakukan pemantauan harga dan ketersediaan bahan pangan guna menjaga stabilitas pasokan serta mengantisipasi gejolak harga di masyarakat. Kegiatan tersebut dilakukan setiap hari oleh petugas DKPP di sejumlah pasar tradisional, di antaranya: Pasar Setono Betek, Pasar Bandar, dan Pasar Pesantren seperti yang terselenggara pada hari ini, Jumat (31/7).

Un Achmad Nurdin, Kepala DKPP Kota Kediri, menjelaskan berdasarkan hasil pemantauan, beberapa komoditas mengalami kenaikan maupun penurunan harga, sementara sebagian lainnya masih berada pada harga yang stabil.

“Harga beras premium saat ini berada di angka Rp15.400 per kilogram dan tidak mengalami perubahan dari hari sebelumnya. Sementara minyak goreng curah tercatat Rp18.900 per liter. Telur ayam ras turun menjadi Rp23.833 per kilogram dari sebelumnya Rp24.166. Di sisi lain, daging ayam ras naik menjadi Rp35.167 dari Rp34.333 per kilogram. Cabai merah besar naik menjadi Rp34.667, cabai merah keriting Rp35.000, dan cabai rawit Rp47.333 per kilogram,” jelasnya.

Pihaknya juga menerangkan, kenaikan harga beras premium sempat menjadi perhatian pemerintah. Berdasarkan hasil rapat koordinasi bersama Kementerian Dalam Negeri, kenaikan tersebut dipengaruhi berkurangnya pasokan dari daerah produsen yang belum memasuki masa panen sehingga produksi belum mampu memenuhi kebutuhan pasar. Selain itu, kenaikan harga minyak goreng curah dipengaruhi mekanisme pasar karena harga komoditas tersebut saat ini mengikuti perkembangan harga minyak dunia. Lain halnya dengan daging ayam ras, kenaikan dipicu karena meningkatnya jumlah permintaan dibandingkan produksi di tingkat peternak.

Adapun kenaikan harga aneka cabai dan bawang dipengaruhi oleh musim kemarau yang menyebabkan sejumlah lahan hortikultura mengalami keterbatasan air, sehingga produksi menurun. Kondisi tersebut berdampak pada fluktuasi harga di tingkat pasar.

Meski demikian, Un Achmad Nurdin memastikan ketersediaan pasokan pangan di Kota Kediri masih dalam kondisi aman. Pemerintah Kota Kediri juga terus memantau perkembangan harga dan siap melakukan intervensi apabila diperlukan melalui pelaksanaan Gerakan Pangan Murah (GPM) bekerja sama dengan berbagai mitra, seperti Perum Bulog, PG Pesantren, dan mitra strategis lainnya.

“Kami berharap harga komoditas tetap stabil, pasokan pangan aman, dan masyarakat dapat memperoleh bahan pangan dengan harga yang terjangkau. Kota Kediri juga diuntungkan karena merupakan daerah transit perdagangan. Berbagai daerah produsen memasok komoditas ke Kota Kediri sehingga meskipun bukan daerah penghasil, ketersediaan pangan di Kota Kediri tetap melimpah dan masyarakat tidak perlu khawatir terhadap ketersediaan bahan pangan,” pungkasnya.

Artikel Terkait

Dukung Berkembangnya Pramuka, Pj Wali Kota Kediri Resmikan Bumi Perkemahan Maskumambang Kota Kediri

Kantor Imigrasi Kediri menggelar car free day PASPORIA di depan rutan nganjuk

Pj Wali Kota Kediri Zanariah: Kota Kediri Terus Berbenah Menyambut Beroperasinya Bandara Internasional Dhoho