TAS FM
News

Laporan tingkat inflasi bulan Agustus 2026 di kota kediri, BPS sebut daging ayam ras jadi komoditas utama penyumbang inflasi

Laporan tingkat inflasi bulan Agustus 2026 di kota kediri, BPS sebut daging ayam ras jadi komoditas utama penyumbang inflasi

Tasfm.com – Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Kediri mencatat pada Agustus 2026 Kota Kediri mengalami inflasi sebesar 0,43 persen secara month-to-month (m-to-m). Sementara itu, tingkat inflasi secara year-on-year (y-on-y) tercatat sebesar 3,28 persen. Pernyataan tersebut disampaikan oleh Emil Wahyudiono, Kepala BPS Kota Kediri dalam Pers Rilis Berita Resmi Statistik (BRS), Selasa (1/9).

Dirinya menyampaikan inflasi yang terjadi pada bulan tersebut dipengaruhi oleh kelompok makanan, minuman, dan tembakau yang memberikan andil inflasi m-to-m tertinggi sebesar 0,39 persen. Adapun komoditas yang menjadi penyumbang utama inflasi m-to-m adalah daging ayam ras dengan andil sebesar 0,30 persen. Selain daging ayam ras, sejumlah komoditas lain yang turut mendorong inflasi pada Agustus 2026 antara lain: cabai rawit dan beras dengan andil masing-masing 0,05 persen, taman kanak-kanak, pepaya, ongkos jahit masing-masing sebesar 0,03 persen, kacang panjang, semangka, pemeliharaan/service, Sigaret Kretek Mesin (SKM) masing-masing sebesar 0,02 persen.

Meski demikian, terdapat juga sejumlah komoditas yang menahan laju inflasi. Yakni Angkutan udara menjadi penyumbang terbesar dengan andil deflasi sebesar -0,08 persen, diikuti bawang merah -0,07 persen, bawang putih -0,03 persen, bensin dan tomat masing-masing -0,02 persen, telur ayam ras, sawi hijau, terong, daun bawang, dan kelapa masing-masing sebesar -0,01 persen.

BPS Kota Kediri juga mengingatkan sejumlah faktor yang perlu diwaspadai pada September 2026. Di antaranya adalah menjaga ketersediaan komoditas beras, telur ayam ras, daging ayam ras, serta berbagai komoditas pangan lainnya yang berpotensi terjadi peningkatan permintaan di tingkat konsumen. Selain itu, penyesuaian tarif BBM non-subsidi masih akan berlangsung. Dampak dari perubahan harga BBM berpotensi memberikan efek domino pada harga komoditas lainnya. Pada sektor pendidikan, memungkinkan terjadi perubahan tarif pada tingkat pendidikan tinggi.

Di lain kesempatan Noviana Rachmawati, (03/09) Kepala Bagian Administrasi Perekonomian sekaligus Sekretaris Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Kota Kediri menyampaikan selama bulan Agustus 2026, meskipun ada momentum hari kemerdekaan RI yang berimplikasi dengan peningkatan kebutuhan dan kegiatan masyarakat, namun pasokan dan sebagian besar harga kebutuhan pokok di Kota Kediri masih stabil dan terkendali. Hal ini bisa dilihat dari grafik masing-masing komoditas yang tarsaji pada website https://sdegan.kedirikota.go.id.

Ia menyebutkan, beberapa upaya yang telah dilaksanakan oleh TPID Kota Kediri selama bulan Agustus dalam pengendalian inflasi antara lain: pemantauan harga harian komoditas kebutuhan pokok pada pasar pantau, koordinasi secara intens membahas tentang perkembangan harga beberapa komoditas seperti daging ayam ras yang harganya selama bulan Agustus terus meningkat dan harga beras premium yang mengindikasikan indikator waspada.

“Di samping itu, sebagai upaya antisipasi terjadi inflasi di bulan September, TPID pada tanggal 4-6 September 2026 akan menggelar Gerakan Pangan Murah (GPM) di Halaman Balai Kota Kediri,” ucapnya.

Noviana turut menghimbau masyarakat agar tidak panic buying dan berbelanja dengan bijak, karena Pemerintah Kota Kediri akan terus berusaha menjaga ketersediaan pasokan komoditas serta kestabilan harga di berbagai sektor agar roda perekonomian di Kota Kediri tetap berjalan.

 

 

Artikel Terkait

Tukang Kebon Jatuh dari Lantai 3 MTSN 1 Kota Kediri

Pantau Penyaluran Bansos dan PKH Tahap III dan IV di Hari Pertama, Pemkot Kediri Pastikan Semua Aman dan Tepat Sasaran

Aksi Cerdas Dan Unik Dilakukan Aliansi Kediri Bersatu ,ATR- BPN : 150 Ribu Biaya Pra PTSL Dan Sudah Dilakukan Sosialisasi