TAS FM
News

Ini Solusi Warga Terdampak Jembatan Kaliombo 1, Lurah Kaliombo: Pembangunan Dimungkinkan Selesai 3 Bulan

Ini Solusi Warga Terdampak Jembatan Kaliombo 1, Lurah Kaliombo: Pembangunan Dimungkinkan Selesai 3 Bulan
Ini Solusi Warga Terdampak Jembatan Kaliombo 1, Lurah Kaliombo: Pembangunan Dimungkinkan Selesai 3 Bulan

Tasfm.com – Pro dan kontra mengenai Jembatan Kaliombo 1 di Kota Kediri muncul menyusul proyek pembangunan ulang jembatan yang berdampak pada penutupan total Jalan Urip Sumoharjo mulai 29 Mei hingga 11 Desember 2026 (selama tujuh bulan). Proyek ini dilakukan karena jembatan tersebut telah berusia 86 tahun dan mengalami kerusakan struktur. Proyek penggantian dan pembangunan Jembatan Kaliombo 1 di Jalan Urip Sumoharjo, Kota Kediri, dikerjakan oleh PPK 2.1 Provinsi Jawa Timur di bawah naungan Kementerian PUPR, yang mencakup ruas jalan nasional Kertosono – Kediri – Tulungagung – Jarakan.

Lurah Kaliombo I Gusti Ngurah Wetan S.T. mengungkapkan bahwa ia sudah mempunyai solusi terkait warga terdampak pembangunan Jembatan Kaliombo 1. Yang pertama, hari ini Rabu Juni 2026 saya berkordinasi dengan pihak Polres Kediri Kota melalui Kasat Lantas terkait penguraian lalu lintas terutama disekitar kelurahan Kaliombo. Mencoba merekayasa lalu lintas agar tidak terjadi penumpukan di jalan tembus Kaliombo.

“Yaitu jalan Corekan Raya dibuat satu arah dari timur ke barat menuju kejalan Urip Sumoharjo, sedangkan kendaraan dari arah Kaliombo Raya dialihkan satu arah dari timur ke barat agar tidak terjadi penumpukan di jalan tembus Kaliombo,” kata Lurah.

Kedua, rekayasa lalu lintas di pertigaan Jetis yang sebelumnya ditutup kita buka agar kendaraan menuju ke Utara. “Kita tahu disepanjang jalan Urip Sumoharjo ada pelaku usaha komersial dan pelaku UMKM seperti: makanan, toko bangunan, perhotelan dan pom bensin, agar mereka tetap bisa membuka usahanya dan melayani warga yang membutuhkannya,” terangnya.

Ketiga, pada pertigaan-pertigaan yang kita bikin satu arah ini akan dijaga oleh warga setempat, kita maksimalkan warga setempat dan melibatkan karang taruna dimungkinkan bisa dibuat dua sip dari pagi sampai maksimal jam 10.00 malam dan diharapkan tetap ada yang mengatur lalu lintas.

“Seperti misalnya di pertigaan Corekam masuk di wilayah RW 4 Kaliombo nah kita maksimalkan warga di RW 4 itu kebetulan tadi juga sudah kita pantau ada yang menjaga,” jelasnya.

Menurut Ngurah, informasi pekerjaan untuk pembangunan Jembatan Kaliombo satu ini direncanakan selama 3 bulan warga diharap bersabar, kenapa kok 3 bulan bukan seperti yang diberitakan berlangsung sampai 7 bulan? Ngurah menjelaskan, 7 bulan itu informasi yang kami terima dari PT yang mengerjakan dikarenakan ada dua pekerjaan Jembatan Kaliombo 1 sama Jembatan Gondang Tulungagung, makanya digabung dua kegiatan mereka punya periode waktu 7 bulan.

“Ini bukan prediksi, informasi dari pelaksananya kemarin cuma 3 bulan pekerjaan di jembatan Kaliombo 1,” jelas Ngurah, yang menjabat Lurah Kaliombo selama 6 bulan dan 20 Tahuan lebih di Dinas PUPR.

Lurah Ngurah mengimbau terutama warga Kelurahan Kaliombo untuk bersabar dulu apa yang terjadi saat ini. Kita sudah berusaha mengurai kemacetan yang ada juga sudah membantu untuk memaksimalkan warga yang sepanjang Jalan Urip Sumoharjo yang kemarin ditutup sekarang dibuka dan mengusahakan warga terdampak untuk bisa memberikan sumbangsih agar pembangunan Jembatan Kaliombo 1 tetap bisa berjalan. (*)

Reporter : Panji Achmad Chaplin

Artikel Terkait

Manusuk Sima Tradisi Kenang Peristiwa 1145 Tahun Lalu, Pj Wali Kota Kediri Harap Tradisi Ini Terus Lestari

Lapas Kediri Jalin Sinergi dengan DLHKP Kota Kediri,Tata Kelola Sampah

Lewat Festival Anak Sholeh, Mbak Cicha Kuatkan Karakter Positif Generasi Emas Kediri