
GSK Jelajah Jalur Pegunungan, Begini Pesan Wawali Kota Kediri Gus Qowim
Tasfm.com – Bukan sekadar gowes, tapi perjalanan jiwa. Komunitas Gowes Sholawat Kediri (GSK) menantang batas di jalur pegunungan. Setiap kelokan tajam dan lintasan ekstrem bertransformasi menjadi medan perjuangan yang sarat makna, di mana kayuhan pedal berpadu indah dengan panorama yang memukau menempuh jarak tanpa batas menembus lelah menjadi lillah.
*Rute Perjalanan dan Jarak Tempuh*
• Alun-Alun Kota Kediri ke Brigif 16 Wira Yudha ± 7,2 km (Menyeberangi Sungai Brantas via Jembatan Bandar Ngalim/Brawijaya menuju kawasan Sukorame).
• Brigif 16 ke TPA Klotok ± 2,5 km Naik ke arah lereng Gunung Klotok/Kawasan Pojok.
• TPA Klotok ke Pasar Semen (Kab. Kediri) ± 4,5 km Turun kembali melewati Jl. Veteran / Jl. Argowilis menuju Kecamatan Semen.
• Pasar Semen ke GOR Joyoboyo ± 3,0 km (Menuju ke arah utara kembali masuk wilayah administrasi Kota Kediri via Jl. Semeru).
• GOR Joyoboyo ke Bandar Kidul ± 1,3 km (Jarak dekat melewati Jl. GOR Jayabaya).
*Silaturahmi ke Gus Qowin*
Setelah menempuh perjalanan sejauh 20 kilometer, Komunitas GSK singgah di warung kopi Mbak Rum yang berada di depan Masjid Darunnajah, Bandar Kidul. Tanpa disangka, mereka bertemu dengan sosok nomor dua di Kota Kediri, Gus Qowim. Suasana langsung hangat ketika rekan-rekan GSK bersilaturahmi dan berdiskusi ringan seputar isu-isu aktual yang sedang berkembang. Dalam kesempatan tersebut, Gus Qowim berpesan agar semangat kebersamaan ini terus dijaga. “Menurutnya, sepeda bukan hanya sarana berolahraga. Melainkan media efektif untuk merekatkan kerukunan antarwarga sekaligus merawat kebudayaan daerah,” ujarnya. Minggu (4/10/2026).
Bagi Gus Qowim, sepeda bukan sekadar alat olahraga, melainkan sarana mengayuh harmoni dan merawat tradisi. Di sinilah hobi rekreasi bertransformasi menjadi aksi nyata kepedulian, menjadikan komunitas pesepeda sebagai rumah bersama yang inklusif, guyub, dan penuh inspiratif. “Gowes bukan sekedar hobi melainkan aksi nyata kepedulian sosial dan lingkungan, menjadikan komunitas ini rumah bersama yang inklusif, guyub, dan penuh inspirasi.” jelas Gus Qowin.
Komunitas GSK diwakili oleh Lutfi yang juga ketua RW di Kampung Kauman Kelurahan Kampung Dalem merasa senang bisa bersilaturahmi dengan orang nomor dua tersebut. Ia berharap pertemuan ini dapat mempererat sinergi antara komunitas warga. “Semoga semangat bersepeda yang diusung oleh GSK dapat menular ke lingkungan yang lebih luas, Dari kayuhan sederhana menuju perubahan nyata. Semangat bersepeda ini terus menular dan menggerakkan kebaikan di tengah masyarakat.” tandas Lutfi.

Melalui momentum tersebut, petuah utama dari Wawali Kediri bagi komunitas GSK adalah menjadikan sepeda sebagai gaya hidup yang sehat, kreatif, rukun, dan berdampak nyata bagi lingkungan. Mendorong agar komunitas sepeda tidak hanya sekadar berkumpul, tetapi menjadi motor penggerak semangat berolahraga dan pola hidup sehat di tengah masyarakat. Kegiatan gowes juga diharapkan menjadi sarana mempererat silaturahmi serta kebersamaan antar warga. Pertemuan penuh kehangatan ini pun diakhiri dengan sesi foto bersama, menandai babak baru kolaborasi antara pemerintah daerah dan komunitas berbasis warga demi mewujudkan Kota Kediri yang lebih sehat, bersih, dan ngangeni. (*)
Reporter : Panji Achmad Chaplin

