
Tasfm.com – Wali Kota Kediri Vinanda Peameswati menghadiri Ngaji Sholawat Bersama Ibu Nyai Hoer Chasanah, Sabtu (27/12/2025). Acara ini diinisiasi oleh Ikatan Pemuda Lirboyo Utara (IKAPALA) berkolaborasi degan Karang Taruna Lirboyo.
“Saya mengapresiasi panitia yang telah menyelenggarakan kegiatan yang luar biasa. Kegiatan ini salah satu upaya untuk memperkuat keimanan, ukuwah islamiyah, serta rasa cinta kepada Al-Quran dan Rasulullah,” ujarnya.
Mbak Wali mengungkapkan bahwa Ikatan Pemuda Lirboyo Utara (IKAPALA) merayakan usia yang ke-2 tahun. Mungkin ini terbilang singkat namun keberanian untuk berkumpul, berkomunitas, dan berjamaah dalam kegiatan yang bermanfaat adalah suatu berharga. Terutama di tengah tantangan zaman yang semakin kompleks. Hal ini patut diapresiasi bersama. Apalagi acara yang luar biasa ini diinisiasi oleh pemuda. Dimana pemuda adalah kekuatan masa depan yang akan menerima tongkat estafet kepemimpinan masa depan. Namun pemuda tidak cukup hanya kuat secara fisik atau cerdas secara intelektual. Pemuda harus memiliki nilai, adab, dan karakter.
“Di sini lah pentingnya ruang-ruang seperti acara ini dengan kegiatan keagamaan. Saya yakin pemuda yang tumbuh dalam suasana kebersamaan, doa, dan teladan Rasulullah tidak mudah goyah serta terus memegang nilai kebaikan. Saya berharap pemuda tidak hanya berprinsip tetapi juga menerapkan perilaku baik sesuai nilai, adab, dan karakter karimah,” ungkapnya.
Wali kota termuda ini menambahkan kegiatan ini terasa istimewa karena memasuki bulan Rajab. Salah satu bulan mulia dalam Islam. Bulan Rajab sering disebut bulan menanam, Sya’ban bulan menyiram, dan Ramadhan bulan memanen. Artinya, Rajab adalah momentum untuk memperbaiki niat, memperkuat amal dan membersihkan hati. Rajab menjadi penanda bahwa semakin dekat dengan Ramadhan. Maka bulan Rajab menjadi momentum memperbanyak doa, sholawat, memperbaiki hubungan dengan Allah maupun sesama manusia. “Di sini lah pentingnya menjaga ukuwah, persaudaraan, dan kerukunan. Baik antar pemuda, warga maupun lintas latar belakang. Kota Kediri ini tumbuh karena kebersamaan,” imbuhnya.

Pada kesempatan ini, Mbak Wali juga menekankan bahwa pembangunan tidak cukup hanya dengan program dan anggaran. Pembangunan sejati membutuhkan jiwa, nilai dan karakter masyarakatnya. Peran pemuda, komunitas keagaam dan majelis seperti ini dapat berkontribusi dalam menjaga suasana Kota Kediri yang religius, damai dan rukun. “Menjelang tahun baru 2026 mari kita songsong dengan doa, optimisme dan kolaborasi. Pemerintah tidak bisa berjalan sendiri. Harus ada dukungan dari masyarakat,” tegasnya.
Turut menghadiri, Wakil Wali Kota Qowimuddin, Pengasuh Pondok Pesantren Lirboyo KH.Ahmad Hasan Syukri Zamzami Mahrus, Anggota DPRD KH.O’ing Abdul Muid, Anton Dipayasa, Lurah Lirboyo Panji Hartawan, pengurus IKAPALA dan Karang Taruna, serta tamu undangan lainnya.

