TAS FM
News

Program MBG dan Harga Emas Jadi Pendorong Inflasi Oktober 2025

Program MBG dan Harga Emas Jadi Pendorong Inflasi Oktober 2025
Program MBG dan Harga Emas Jadi Pendorong Inflasi Oktober 2025

Tasfm.com – Bank Indonesia (BI) Perwakilan Kediri bersama Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) memastikan stabilitas harga dan mengendalikan inflasi di wilayah kediri. Berdasarkan data terkini dari BPS Kota Kediri, inflasi terbaru yang tersedia adalah sebagai berikut:

‘Inflasi month-to-month (m-to-m) Oktober 2025 tercatat sebesar 0,40 persen. Komoditas pendorong utama inflasi pada bulan ini adalah emas perhiasan’

‘Inflasi year-on-year (y-on-y) Juli 2025 tercatat sebesar 2,03 persen’

Inflasi bulan ini utamanya berasal dari Kelompok Perawatan Pribadi dan Jasa Lainnya khususnya pada komoditas emas perhiasan. Kelompok Makanan, Minuman, dan Tembakau juga mendorong inflasi Oktober utamanya naiknya harga telur ayam ras dan cabai merah.

Menurut statistik BPS Kota Kediri, Senin 3/11/2025. Inflasi Kota Kediri pada Oktober 2025, tercatat mengalami inflasi yg lebih tinggi dari bulan sebelumnya, itu berasal dari kelompok perawatan pribadi dan jasa lainnya. Khususnya pada komoditas emas perhiasan. Kelompok makanan minuman dan tembakau. Naiknya harga telur ras dan cabai.

BPS Kota Kediri mencatat, pada bulan Oktober inflasi sebesar 0,40 persen. Angka tersebut, didapat lantaran peristiwa seperti penurunan harga cabai rawit, kenaikkan harga cabai merah, meningkatnya permintaan daging dan telur ayam ras akibat operasional program MBG. Kenaikkan harga emas secara global, sepeda motor dan juga Sigaret Kretek Mesin (SKM).

Adapun beberapa komoditas penyumbang inflasi, beberapa komoditas penyumbang inflasi Kota Kediri pada bulan kesepuluh tersebut, sebagai berikut:

* Emas perhiasan memberikan andil inflasi sebesar 0,25 persen; telur ayam ras inflasi
sebesar 0,07 persen.

* Cabai merah inflasi sebesar 0,04 persen.

* Apel dan daging ayam ras inflasi sebesar
0,02 persen.

* Daging sapi, sepeda motor, bawang merah, SKM, buncis, dan beras masing-masing
mengalami inflasi sebesar 0,01 persen.

Sebaliknya, terdapat pula komoditas yang menghambat inflasi, yakni:

* Cabai rawit memberikan andil deflasi sebesar -0,03 persen.

* Alpukat, jagung
manis, semangka, melon, dan
terong masing-masing mengalami deflasi sebesar -0,01 persen.

Meski demikian, BI dan Pemkot Kediri ingatkan agar tidak panic buying dan tetap berbelanja secara bijak, karena Tim Pengendalian Inflasi Daerah (TPID) Kota Kediri selalu berupaya untuk menjaga stabilitas
harga di Kota Kediri yang Ngangeni. (*)

Reporter : Panji Achmad Chaplin

Artikel Terkait

Penyerahan SK Pengangkatan CPNS dan PPPK, Mas Dhito; Jangan Terjebak di Zona Nyaman

Gus Qowim Hadiri Konfercab IPNU dan IPPNU XXV Kota Kediri

Mbak Wali dan Gus Qowim Silaturahmi ke Wali Kota Kediri Periode 2014-2019 dan 2019-2023 Abdullah Abu Bakar