
Tasfm.com – OJK Kediri mencatat stabilitas sektor jasa keuangan di wilayah eks-Karesidenan Kediri dan eks-Karesidenan Madiun tetap terjaga hingga Maret 2026. Kinerja positif terlihat dari pertumbuhan Dana Pihak Ketiga (DPK) perbankan, meningkatnya jumlah investor pasar modal, serta penguatan program literasi dan perlindungan konsumen di tengah dinamika ekonomi global maupun domestik.
Meski sejumlah sektor usaha masih menghadapi tantangan akibat perlambatan daya beli masyarakat dan ketidakpastian ekonomi global, Kepala OJK Kediri Ismirani Saputri mengatakan, sektor jasa keuangan di wilayah kerja OJK Kediri dinilai tetap menunjukkan resiliensi yang kuat.
“Kinerja industri perbankan di wilayah kerja OJK Kediri masih menunjukkan tren positif dengan likuiditas yang memadai,” jelas Ismirani Saputri, pada Kamis (11/6/2026).
Hingga Maret 2026, Ismi menambahkan, total aset perbankan tercatat mencapai Rp116,20 triliun atau tumbuh 3,84 persen secara tahunan (year on year/yoy). Sementara Dana Pihak Ketiga (DPK) meningkat 5,26 persen menjadi Rp109,26 triliun.
“Pertumbuhan tersebut terutama ditopang oleh peningkatan simpanan masyarakat pada produk tabungan dan giro yang mencerminkan tingginya tingkat kepercayaan masyarakat terhadap industri perbankan,” ujarnya.
Proses intermediasi, terus dilakukan seperti penyaluran kredit tetap berjalan dengan prinsip kehati-hatian. OJK mencatat rasio kredit bermasalah atau Non-Performing Loan (NPL) berada di level 3,76 persen, masih dalam batas aman sesuai ketentuan yang berlaku.
Pertumbuhan paling mencolok terjadi pada sektor pasar modal. Jumlah Single Investor Identification (SID) di wilayah kerja OJK Kediri mencapai 643.057 investor atau meningkat 54,78 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Data OJK Kediri menyebutkan, instrumen investasi yang paling banyak diminati masyarakat masih didominasi produk reksadana dengan jumlah investor mencapai 599.514 SID atau tumbuh 54,26 persen secara tahunan.
Peningkatan partisipasi masyarakat juga terlihat dari nilai transaksi saham yang mencapai Rp3,63 triliun. Angka tersebut melonjak 113,28 persen dibandingkan tahun sebelumnya.
Data ini menunjukkan bahwa masyarakat semakin memanfaatkan pasar modal sebagai alternatif investasi yang legal, terawasi, dan memiliki akses yang semakin mudah.
Pada sektor PVML atau Lembaga Pembiayaan, Perusahaan Modal Ventura, Lembaga Keuangan Mikro, dan Lembaga Jasa Keuangan Lainnya, OJK Kediri mencatat perkembangan yang cukup positif. Pembiayaan modal ventura tumbuh 9,08 persen menjadi Rp340,25 miliar.
sisi perlindungan konsumen, OJK Kediri telah memberikan 641 layanan konsumen yang meliputi konsultasi, informasi, dan pengaduan hingga Maret 2026. Selain itu, sebanyak 2.833 layanan Sistem Layanan Informasi Keuangan (SLIK) juga telah difasilitasi guna mendukung akses informasi debitur dan meningkatkan pemahaman masyarakat terhadap layanan keuangan.
Dengan capaian tersebut, OJK Kediri menegaskan komitmennya untuk terus menjaga stabilitas sektor jasa keuangan, memperluas akses keuangan yang inklusif, serta meningkatkan literasi masyarakat guna mendukung pertumbuhan ekonomi daerah yang berkelanjutan.
Upaya tersebut dilakukan untuk menjaga stabilitas sektor jasa keuangan, memperkuat perlindungan konsumen, serta mendukung pertumbuhan ekonomi daerah yang berkelanjutan di wilayah Kediri dan Madiun. (*)
Reporter : Panji Achmad Chaplin

