
Tasfm.com – Kecamatan Mojoroto Kota Kediri Adakan Kegiatan rembug stunting 2026. Forum musyawarah lintas sektor di tingkat kecamatan ini untuk membahas, merumuskan, dan menyepakati strategi serta rencana aksi konkret bersama pemerintah tingkat kelurahan dan semua pihak terkait dalam upaya percepatan penurunan dan pencegahan stunting, dengan mengintegrasikan intervensi gizi spesifik dan sensitif untuk mencapai generasi sehat bebas stunting.
Kegiatan dihadiri oleh pemangku kepentingan, melibatkan Camat, Ketua TP PKK Kecamatan Mojoroto, Dinas terkait, Muspika, Kepala Lurah se Kecamatan Mojoroto, Puskesmas, Kader Posyandu, KPM, dan Satgas PPA berlangsung di Aula Kecamatan Mojoroto, Kota Kediri, Rabu (4/2/2026).
Camat Mojoroto, Abdul Rahman, SH., M.Si., menyampaikan stunting masih menjadi persoalan serius akibat guzi buruk dan infeksi berulang yang memerlukan intervensi intensif. Kasus ini mengancam perkembangan fisik dan kognitif jangka panjang anak.
“Penanganan stunting wajib dilakukan secara konvergensi, terpadu, dan kolaboratif, tidak bisa parsial atau terpisah-pisah karena melibatkan intervensi gizi spesifik (kesehatan) dan sensitif (non-kesehatan). Memerlukan kerjasama dari pemerintah, tokoh masyarakat, perangkat kelurahan, dan penyuluh agama, bukan hanya petugas kesehatan,” ucap Camat Abdul.
Camat mengakui bahwa di lapangan masih ditemukan sejumlah kendala, di antaranya rendahnya partisipasi masyarakat dalam kegiatan Posyandu, kurangnya pemahaman tentang gizi seimbang, serta keterbatasan ekonomi keluarga yang berdampak pada deteksi dini stunting.
“Upaya peningkatan memerlukan penguatan kinerja kader, peningkatan kualitas pelayanan, dan sosialisasi yang lebih intensif,” jelasnya.
Ketua TP PKK Kecamatan Mojoroto, Yayuk Arnawati, ditempat yang sama mengimbau penanganan stunting merupakan tanggung jawab bersama, bukan hanya tenaga kesehatan.
“Cegah Stunting itu penting! Saya mengajak seluruh lurah, TP PKK kelurahan, kader kesehatan, tenaga gizi, hingga kepala puskesmas untuk bersama-sama peduli. Mari bersama cegah stunting demi masa depan anak yang lebih cerah dengan memenuhi gizi seimbang sejak kehamilan,” tandasnya.

Ketua TP PKK Mojoroto, juga menekankan keberhasilan program penanganan stunting harus diukur dari perubahan status gizi anak, bukan semata karena bertambahnya usia.
“Kita jalankan lima pilar percepatan penurunan stunting, yaitu: komitmen kepemimpinan, kampanye perubahan perilaku, konvergensi program, gizi dan ketahanan pangan, serta pemantauan dan evaluasi,” tegasnya.
Selain itu, Yayuk yang berprofesi ahli gizi, juga menyoroti program Pemberian Makanan Tambahan (PMT) telah dianggarkan pemerintah.
“Terutama menu makanan untuk mengatasi gizi kurang, mencegah stunting, dan meningkatkan gizi berbasis pangan lokal,” pungkasnya. (*)
Reporter : Panji Achmad Chaplin

