TAS FM
News

Gelar Panen Hasil Belajar Angkatan 9 Tahun 2024, Pemkot Kediri Harapkan Guru Penggerak Miliki Komitmen Menjadi Agen Perubahan Dunia Pendidikan

Gelar Panen Hasil Belajar Angkatan 9 Tahun 2024, Pemkot Kediri Harapkan Guru Penggerak Miliki Komitmen Menjadi Agen Perubahan Dunia Pendidikan
Gelar Panen Hasil Belajar Angkatan 9 Tahun 2024, Pemkot Kediri Harapkan Guru Penggerak Miliki Komitmen Menjadi Agen Perubahan Dunia Pendidikan

Tasfm.com – Pemerintah Kota Kediri melalui Dinas Pendidikan Kota Kediri membuka kegiatan Lokakarya 7 Panen Hasil Belajar Guru Penggerak Angkatan 9 Tahun 2024, Kamis (25/4) di Aula Ki Hajar Dewantara. Kegiatan tersebut dihadiri perwakilan dari perwakilan Balai Besar Guru Penggerak (BBGP) Provinsi Jawa Timur, perwakilan Cabang Dinas Pendidikan Wilayah Kediri, Fasilitator Pengajar praktek, Pengawas sekolah, Kepala Sekolah, serta perwakilan guru TK, SD, SMP, SMA/SMK.

Membuka kegiatan secara langsung, Kepala Dinas Pendidikan Kota Kediri Anang Kurniawan mengatakan para guru ini telah berkomitmen untuk menjadi guru penggerak perubahan di dunia pendidikan. Dengan menjadi agen penggerak perubahan, para guru harus bergerak untuk menularkan dan mengaplikasikan apa yang sudah diperoleh selama menempuh pendidikan guru penggerak.

“Salah satu tantangan utama yang kita hadapi adalah pembelajaran yang berkualitas. Sebagai guru penggerak tugas kita adalah untuk memastikan bahwa setiap anak mendapatkan kesempatan yang sama untuk belajar dan berkembang,” ungkap Anang.

Selama mengikuti pendidikan guru penggerak tentu banyak sekali ilmu, pengalaman, metode dan inovasi yang didapatkan. Selain itu sebagai guru penggerak juga memiliki peran penting dalam menciptakan lingkungan belajar yang inklusif dan memperhatikan keberagaman. Untuk itu, Anang menghimbau agar para guru penggerak memperhatikan potensi yang dimiliki setiap anak agar mereka merasa dihargai, didengar dan didukung dalam proses pembelajaran. “Anggap anak-anak yang di kelas adalah anak kita sendiri sehingga dengan semangat kolaborasi dan tekad yang kuat akan dapat mencapai visi bersama untuk memberikan pendidikan yang berkualitas bagi semua anak-anak. Mari kita bersama menjadi agen perubahan yang membawa harapan dan inspirasi bagi generasi mendatang,” harapnya.

Sementara itu, Indah Kurniaratri perwakilan Balai Besar Guru Penggerak (BBGP) Provinsi Jawa Timur menuturkan calon guru penggerak sudah berproses selama 6 bulan dan sudah melaksanakan pembelajaran dengan model hybrid yang didampingi instruktur dan fasilitator. Selain itu juga sudah melaksanakan pembelajaran tatap muka yang didampingi pengajar praktik. Ditambahkan pula, guru sebagai pelaku sekaligus penggerak sumber daya manusia memiliki peran dan tanggungjawab besar terutama dalam membentuk karakter generasi bangsa yang berbudi pekerti luhur dan unggul dalam bidangnya.

“Maka dari itu calon guru penggerak dipersiapkan menjadi guru yang akan menjadi pemimpin sekolah yang berfokus pada pembelajaran. Kami berharap calon guru penggerak memiliki kompetensi untuk mengembangkan diri sendiri dan guru yang lainnya,”ungkapnya.

Dalam gelaran panen belajar tersebut, 32 calon guru penggerak terbagi dalam beberapa kelompok. Mereka membuat stand display untuk memamerkan hasil karya dan program inovasi yang digagasnya. Hasil karya tersebut beraneka ragam, mulai dari produk hasil belajar, media pembelajaran, inovasi serta aktivitas dalam kegiatan pembelajaran. Salah satu yang menarik perhatian adalah inovasi pembelajaran Ha Kudaku (Hariku Doaku), Budikdamber (Budidaya Ikan Lele Dalam Ember), Komika (Komunitas Peminat Matematika), Enterpreneurship Expo serta PeDeKaTe (Pengenalan Dunia Kerja Terpadu).

Ulul Mustagfirin, pengajar praktik sekaligus Kepala SMK PGRI 2 Kota Kediri menguraikan alasan digagasnya inovasi tersebut. Ia menuturkan, terciptanya inovasi pembelajaran tersebut adalah hasil pemikiran serta kolaborasi para guru sesuai bidangnya. “Kita gagas program yang diharapkan bisa menumbuh kembangkan kesadaran, ilmu enterpreneurship kepada anak didik agar mereka bisa memiliki wawasan kewirausahaan, mengaplikasikan kreativitas dengan praktik secara langsung sehingga dapat membentuk karakter profil pelajar pancasila. Inovasi tersebut sudah dipraktikkan dan saat ini sudah berjalan di sekolah,” terangnya.

Artikel Terkait

KPU Kabupaten laksanakan Rapat Pleno Terbuka Pemilu 2024 Selama 2 Hari

99% Rekom Partai Demokrat Berikan Kepada Mbak Vinanda Maju Walikota Kediri

Pemkab Kediri Kembali Terima Opini WTP ke-8 dari BPK