TAS FM
News

Diduga Ada Korupsi Pengelolaan Retribusi Pasar, Sejumlah LSM Dumas Kapolda Jatim

Diduga Ada Korupsi Pengelolaan Retribusi Pasar, Sejumlah LSM Dumas Kapolda Jatim
Diduga Ada Korupsi Pengelolaan Retribusi Pasar, Sejumlah LSM Dumas Kapolda Jatim

Tasfm.com – Bagus Ramadhan Ketua Sapma Pemuda Pancasila Kota Kediri bersama Indra Ketua GMBI kepada awak media menyampaikan, dua tahun yang lalu kita ini melakukan investigasi di beberapa pasar yang ada di Kota Kediri.

“Kita menemukan beberapa temuan ternyata retribusi pasar diduga bocor. Setelah kita lakukan perkembangan, ternyata teman kita Perkumpulan Saroja Kediri juga menemukan alat bukti yang sama, ” ucap Bagus Selasa (7/5/2024).

Dilanjutkan Bagus bahwa Akhirnya kita sinkronkan data hasil temuan tersebut dan pada bulan april kita laporkan ke Polda Jatim. Semoga nanti bisa terungkap oknum-oknum yang menerima aliran dana dari retribusi pasar tersebut.

Beberapa data yang hasil temuan yang dilaporkan ke Polda Jatim keberadaan adalah kios dan retribusi karcis yang disetorkan pada pemerintah ini tidak sesuai dari yang ditarik di lapangan.

“Ada dugaan korupsi yang didapatkan terkait jumlah kios dengan jumlah yang di setorkan pada pemerintah tidak sesuai dari hitungan kita di lapangan, ” terangnya.

Bagus mencontohkan, seperti di Pasar Grosir per hari itu kurang lebih,kemarin kita lakukan investigasi itu sehari Rp 13 juta, kalau kita kalikan sebulan sudah hampir Rp 390 juta. Kalau dikalikan satu tahun sekitar Rp 4, 6 miliar.

“Untuk uang laporan yang masuk pada tahun 2021 tidak ada setoran yang masuk, kalau setoran tahun 2022 hanya Rp 1, 2 miliar yang masuk. Itu masih satu pasar, padahal di Kota Kediri ada 9 pasar yang dibawah naungan PD Pasar, ” tegasnya.

Sampai berita ini diturunkan pihak PD Pasar belum bisa dimintai konfirmasi.[**]

Reporter : Achmad Fitriyadi

Artikel Terkait

Ratusan Warga Margourip Kediri Unjuk Rasa Tolak Truk Pasir

Melalui Peringatan Isra’ Mi’raj Polres Kediri Kota Tingkatkan Keimanan dan Soliditas Guna Wujudkan Polri yang Presisi

Tarif Retribusi Kebersihan Naik..!? : Sejumlah Pengusaha Merasa Keberatan