TAS FM
News

Cegah KLB PD3I, Dinkes Kota Kediri Perkuat Peran Kader Kesehatan dan Petugas Surveilans

Cegah KLB PD3I, Dinkes Kota Kediri Perkuat Peran Kader Kesehatan dan Petugas Surveilans

Tasfm.com – Lakukan mitigasi Kejadian Luar Biasa (KLB) Penyakit yang Dapat Dicegah dengan Imunisasi (PD3I), Dinas Kesehatan (Dinkes) Kota Kediri menggelar Pertemuan Surveilans Epidemiologi dan Imunisasi Berbasis Masyarakat, Selasa (20/10) di salah satu hotel di Kota Kediri.

Kegiatan ini melibatkan kader kesehatan di Kecamatan Mojoroto bersama petugas surveilans dan pengelola program imunisasi puskesmas dengan total peserta 120 orang. Melalui pertemuan tersebut, para kader dibekali pemahaman yang disampaikan langsung oleh dr. Bagus Dwi Kurniawan, Dokter Puskesmas Campurejo untuk mengenali tanda dan gejala penyakit yang perlu diwaspadai, memahami mekanisme pelaporan, serta meningkatkan koordinasi dengan petugas kesehatan.

Dijelaskan dr. Rini Hidayat, M.Kes., Plt Kepala Dinas Kesehatan Kota Kediri, kader kesehatan memiliki peran strategis dalam upaya pencegahan penyakit karena berada dekat dengan masyarakat. Dengan demikian, kader dapat menjadi salah satu sumber informasi awal ketika menemukan gejala yang mencurigakan di lingkungan sekitarnya.

Sementara itu, surveilans epidemiologi berperan dalam mendeteksi dan memantau kemungkinan munculnya kasus penyakit, sehingga dapat segera ditindaklanjuti dan ditangani secara tepat. Langkah ini penting untuk mencegah penularan lebih luas sekaligus menekan risiko terjadinya KLB.

Sejumlah penyakit yang dapat dicegah melalui imunisasi di antaranya: difteri, pertusis, tetanus, hepatitis B, infeksi human papillomavirus (HPV), campak, dan rubela. Secara keseluruhan, terdapat sekitar 20 jenis penyakit yang dapat dicegah melalui imunisasi.

Di sisi lain, capaian imunisasi di Kota Kediri menunjukkan tren penurunan dalam beberapa tahun terakhir. Kondisi ini menjadi perhatian bersama karena kelengkapan imunisasi berperan penting dalam membentuk kekebalan terhadap penyakit yang dapat dicegah dengan vaksin. Pemahaman masyarakat mengenai manfaat imunisasi, termasuk dalam menyikapi informasi yang kurang tepat tentang efek samping atau Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi (KIPI), menjadi salah satu aspek yang perlu terus diperkuat.

“Melalui pertemuan ini, kami berharap kader kesehatan dapat meneruskan informasi yang diperoleh kepada keluarga dan masyarakat, terutama mengenai manfaat imunisasi, jadwal pemberian imunisasi, serta pentingnya melengkapi imunisasi anak sesuai ketentuan. Selain itu kamu juga berharap kader bisa memberikan motivasi kepada masyarakat agar semakin sadar dan berpartisipasi aktif dalam program imunisasi,” ucapnya.

Pihaknya mengimbau masyarakat untuk tidak menunggu hingga banyak orang sakit sebelum meningkatkan kewaspadaan. Apabila menemukan gejala penyakit yang mencurigakan, masyarakat diharapkan segera berkonsultasi dengan petugas kesehatan dan tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi.

“Upaya pencegahan KLB membutuhkan dukungan dari berbagai pihak, mulai dari imunisasi yang lengkap, pelaksanaan surveilans yang aktif, hingga keterlibatan seluruh elemen masyarakat. Dengan deteksi dini dan pelaporan yang cepat, dugaan kasus dapat segera ditindaklanjuti sehingga risiko penularan dapat ditekan,” tegasnya.

Melalui penguatan peran kader dan koordinasi lintas unsur kesehatan ini, Dinkes Kota Kediri berharap upaya pencegahan PD3I semakin optimal dan masyarakat Kota Kediri semakin terlindungi. “Prinsip kita adalah waspada, deteksi dini, lapor cepat, dan tindak lanjut tepat. Dengan kerja sama semua pihak, kita berharap risiko KLB dapat dicegah dan masyarakat Kota Kediri semakin terlindungi,” pungkasnya.

Artikel Terkait

‘Unspoken Goodbye’ dari Jordy Riz: Ketika Cinta Masih Terasa Tapi Tak Bisa Bersama

Selenggarakan Workshop IT Entrepreneur, Pemprov Jatim Bersama Pemkot Kediri Ajak Pelaku UMKM Optimalkan Medsos Agar Datangkan Cuan

Polisi Kota Kediri Giatkan Sosialisasi Cegah Perundungan di Sekolah