TAS FM
News

Saksikan Waringin Sasmita II: Sinergi Lintas Negara, Nyalakan Ruang Seni Mandiri di Selomangleng

Saksikan Waringin Sasmita II: Sinergi Lintas Negara, Nyalakan Ruang Seni Mandiri di Selomangleng

Tasfm.com – Sukses memukau publik pada edisi perdana, Ipunk Rimba Raya selaku penggagas acara kembali bersiap menyulap Kawasan Wisata Goa Selomangleng, melalui perhelatan budaya bertajuk Waringin Sasmita II. Agenda besar ini dirancang sebagai ruang kolaboratif inklusif tanpa batas yang mempertemukan berbagai komunitas lokal Kediri, luar daerah, hingga mancanegara untuk berkarya secara swadaya demi kelestarian alam dan budaya yang akan dilaksanakan hari Sabtu 31 Oktober 2026.

Rangkaian kegiatan lintas disiplin ini akan dimeriahkan oleh beragam penampilan seni pertunjukan. Mulai dari pentas musik, tari budaya, teatrikal, pembacaan geguritan, hingga edukasi lingkungan dan pameran karya dari seniman-seniman lokal. Tidak hanya sebagai ajang unjuk bakat, perhelatan ini juga mengintegrasikan sektor pariwisata serta program pemberdayaan ekonomi bagi para pelaku UMKM di Kota Kediri.

“Acara ini bukan sekadar panggung hiburan. Tetapi kegiatan yang menjadi wadah bertemunya komunitas lintas bidang untuk bertukar gagasan dan memperkuat jejaring,” jelas Ipunk saat memaparkan esensi dari kegiatan tersebut.

Lahir dari semangat kolektif, perhelatan ini menjadi simbol gerakan swadaya masyarakat kreatif yang ingin menghadirkan ruang belajar dan berkesenian secara berdikari. Ipunk menegaskan bahwa kemandirian menjadi fondasi utama dalam pergerakan budaya ini. “Pada intinya kita berupaya membangun ruang bersama dan berkolaborasi dalam karya dan berkesenian di Kota Kediri. Mandiri, dan tidak harus selalu bergantung pada pemerintah,” imbuhnya.

Antusiasme gerakan ini berhasil merangkul partisipan dari berbagai latar belakang. Mulai dari aktivis lingkungan hidup, seniman, musisi, pegiat literasi, hingga kelompok pemuda dari sejumlah desa. Kehadiran komunitas luar daerah dan mancanegara mempertegas posisi festival ini sebagai ruang diplomasi budaya global yang berbasis di akar rumput.

“Secara filosofis, nama besar “Waringin Sasmita” yang memayungi rangkaian acara ini membawa pesan mendalam sebagai “petunjuk kehidupan”. Pohon beringin (waringin) diadopsi sebagai lambang kehidupan yang meneduhkan, sedangkan sasmita berarti sebuah petunjuk,” pungkas Ipunk, Sabtu (3/10/2026).

Melalui metafora tersebut, gelaran Waringin Sasmita II hadir bukan sekadar festival perayaan, melainkan pengingat suci akan pentingnya menjaga keharmonisan dan keseimbangan hubungan antara manusia, alam, dan kebudayaan. (*)

Reporter : Panji Achmad Chaplin

Artikel Terkait

Website PWI Terkonsolidasi di 38 PWI Daerah, Grand Launching 1 Oktober 2026

Iduladha 1445 H, Pj Wali Kota Kediri Salat di Masjid Al Bina’i Serta Tinjau RPH Untuk Pastikan Penyembelihan Hewan Qurban Aman, Sehat, dan Layak Konsumsi

Apresiasi Kerja Kolaboratif TPID, Pj Wali Kota Kediri: Inflasi Tahunan Kota Kediri 2023 Sesuai Target