TAS FM
News

Dukung percepatan Jatim Zero Stunting, pemkot kediri gelar mini lokakarya tingkat kecamatan

Dukung percepatan Jatim Zero Stunting, pemkot kediri gelar mini lokakarya tingkat kecamatan

Tastm.com – Upaya pencegahan dan percepatan penurunan stunting terus diperkuat melalui koordinasi lintas sektor. Hal tersebut dibahas dalam Mini Lokakarya Stunting Tingkat Kecamatan yang digelar di Aula Kecamatan Mojoroto, Rabu (2/9). Kegiatan tersebut akan dilaksanakan secara bergantian pada seluruh kecamatan. Di Kecamatan Kota kegiatan diselenggarakan pada Kamis (3/9) dan di Kecamatan Pesantren pada Jumat (4/9).

Pertemuan tersebut mengusung tema “Optimalisasi Koordinasi, Kolaborasi dan Sinergisitas dalam Pelaksanaan Pencegahan dan Percepatan Penurunan Stunting pada Sasaran Keluarga Resiko Stunting (Ibu Hamil, Ibu Menyusui, Balita dan Catin)”. Diharapkan kegiatan ini menjadi wadah untuk menyusun perencanaan sekaligus mengevaluasi pelaksanaan pendampingan keluarga dalam upaya pencegahan stunting.

Agar para peserta mendapatkan materi secara holistik, dalam Mini Lokakarya tersebut menghadirkan sejumlah narasumber dari lintas sektor, di antaranya: DP3AP2KB, Dinas Kesehatan, Dinas Kominfo, Bappeda, serta Koordinator Kecamatan SPPG di Kota Kediri. Keterlibatan berbagai unsur tersebut diharapkan dapat memperkuat sinergi dalam penanganan stunting, mulai dari perencanaan, pemantauan hingga tindak lanjut di lapangan.

Secara terpisah, Abdul Rahman, Camat Mojoroto menyampaikan bahwa persoalan stunting tidak hanya berkaitan dengan faktor spesifik gizi. Terdapat pula berbagai faktor sensitif gizi yang saling berinteraksi dan turut memengaruhi kondisi stunting. “Tidak hanya faktor spesifik gizi, tetapi juga faktor sensitif gizi yang berinteraksi satu dengan lainnya,” ujarnya.

Menurutnya, stunting perlu menjadi perhatian bersama karena dampaknya tidak hanya dirasakan pada masa pertumbuhan anak, tetapi juga dapat berpengaruh terhadap kualitas sumber daya manusia (SDM) dalam jangka panjang. Kondisi tersebut pada akhirnya dapat berdampak terhadap produktivitas SDM dan optimalisasi bonus demografi.

“Stunting berdampak pada kualitas sumber daya manusia yang pada akhirnya akan menurunkan produktivitas SDM dan bonus demografi, sehingga pertambahan jumlah penduduk produktif yang besar tidak dapat dimanfaatkan dengan baik,” jelasnya.

Sementara itu, dr Muhammad Fajri Mubasysyir, Kepala DP3AP2KB mengutarakan, Mini Lokakarya Kecamatan merupakan mekanisme operasional rutin yang mempertemukan para pemangku kepentingan di tingkat kecamatan. Forum tersebut diharapkan menjadi salah satu modalitas dalam mempercepat penurunan stunting melalui koordinasi dan penguatan strategi bersama.

Melalui mini lokakarya ini, para pemangku kepentingan dapat menentukan strategi serta langkah yang diperlukan dalam menyusun rencana kegiatan berdasarkan hasil pemantauan dan monitoring pergerakan Tim Pendamping Keluarga (TPK). Fajri berharap perencanaan dan pelaksanaan mini lokakarya yang dilakukan secara baik dan berkelanjutan dapat memberikan kontribusi terhadap tercapainya target Jawa Timur Zero Stunting.

Untuk itu, Ia mengajak seluruh pihak untuk terus memperkuat koordinasi dan kerja sama lintas sektor. Menurutnya, penanganan stunting tidak dapat dilakukan oleh satu pihak saja, melainkan membutuhkan keterlibatan bersama agar berbagai program dan intervensi dapat berjalan secara optimal hingga mencapai target zero stunting.

“Mari kita terus tingkatkan koordinasi dan kerja sama lintas sektor untuk menuntaskan dan melaksanakan berbagai kegiatan yang berkaitan dengan stunting, sehingga target zero stunting dapat tercapai,” pungkasnya.

Artikel Terkait

Mbak Wali Apresiasi Tenaga Pendidik dan Kependidikan, Miliki Peran Penting Membentuk Karakter Anak Kota Kediri

Masuk Nominasi Award Peduli Ketahanan Pangan, Pj Wali Kota Kediri Paparkan Program Ketahanan Pangan di Hadapan Tim Penilai

Pj Wali Kota Kediri Tinjau Pelaksanaan Tes PPPK Pemerintah Kota Kediri