
Tasfm.com – Untuk menghibur warga yang terdampak di Kelurahan Kaliombo bersama LPMK, K3, dan Karang Taruna mengadakan kegiatan trauma healing melalui bazar UMKM dan panggung seni budaya. Ratusan warga sekitar berbondong bondong memadati untuk menikmati hiburan serta aneka makanan dan minuman di sepanjang jalan Urip Sumoharjo. Sabtu (4/7/2026) malam.
Lurah Kelurahan Kaliombo, I Gusti Ngurah Wetan S.T. menyampaikan pagelaran ini upaya mencari solusi sekaligus memberi hiburan kepada warga yang terdampak oleh pembangunan jembatan Kaliombo 1. “Kita mengerti, bahwa di sekitar jalan Urip Sumoharjo ini banyak pelaku usaha. Jadi ini simulasi untuk solusi agar warga terdampak tetap mendapatkan pendapatan dan kestabilan finansial,” ungkap Ngurah sebutan nama sehari harinya.
Selanjutnya, Ngurah menekankan bila ini berhasil kemungkinan akan diadakan rutin setiap Minggu sampai selesainya pembangunan tentunya tetap melalui evaluasi agar acara berjalan sempurna.
“Mudah mudahan inisiasi ini bisa membantu agar mengurangi beban warga yang terdampak,” tegasnya.
Dengan demikian Lurah Kaliombo berharap dukungan dari semua pihak agar kegiatan bisa berkelanjutan. Sinergi yang solid antara kedua belah pihak akan membuka potensi maksimal dari program yang sedang dijalankan.
“Kami berharap dukungan dari pihak pemerintah maupun dari warga agar kegiatan bisa lebih berkembang berkelanjutan, dan memberikan dampak positif yang lebih luas bagi kesejahteraan masyarakat sekitarnya,” pungkasnya.
Ketua Kampung Kuliner Kaliombo (K3), Dimyati, ditempat yang sama menjelaskan bahwa kegiatan tersebut bersumber dari pendanaan mandiri dan 100 persen dukungan dari Kepala Kelurahan Kaliombo. “Jadi tanpa menggunakan APBD, kami murni bertujuan mensejahterahkan warga kami yang terdampak,” tegasnya.

Selaras dengan Ketua Karang Taruna Kelurahan Kaliombo, Sofia Mei Putri Rahayu, acara ini merupakan salah satu bentuk kepedulian teman-teman pemuda dan juga seluruh warga kaliombo supaya semua warga yang terdampak akan adanya penutupan jalan bisa tetap dapat berpenghasilan.
“Berdasarkan keluhan warga terdampak yang menginginkan agar tetap bisa berpenghasilan, Katar bekerjasama dengan K3, dan LPMK tentunya atas persetujuan pak lurah, terwujudlah pagelaran ini,” tandasnya.
Aksi nyata ini, merupakan salah satu inisiatif efektif untuk membangkitkan roda ekonomi serta memberikan hiburan trauma healing bagi warga yang terdampak. Dalam pantauan dilapangan terbukti mampu memulihkan semangat sosial dan finansial warga. (*)
Reporter : Panji Achmad Chaplin

