
Tasfm.com – Pemerintah Kota Kediri melalui Dinas Kesehatan bersinergi dengan Badan Narkotika Nasional (BNN) menyelenggarakan kegiatan Komitmen Aksi Bersama Cegah Bahaya Narkoba, Jumat, (12/6). Kegiatan dilakukan sebagai upaya mencegah penyalahgunaan obat-obat terlarang narkotika, psikotropika dan zat adiktif lainnya (Napza).
Salah satu langkah strategis yang dilakukan adalah melibatkan puluhan mahasiswa di Kota Kediri sebagai agen informasi dan edukasi bagi lingkungan sekitarnya. Selain itu, dalam kegiatan yang diselenggarakan di salah satu hotel tersebut, Dinas Kesehatan juga mengundang para penanggung jawab program kesehatan jiwa dari beberapa Puskesmas di Kota Kediri.
“Kita libatkan para mahasiswa agar setelah kegiatan ini mereka bisa memberikan ilmunya atau menyampaikan informasi yang sudah diperoleh kepada teman-temannya di lingkungan kampus, tempat tinggal, serta masyarakat luas,” terang Plt Kepala Dinas Kesehatan dr Hamida saat memberikan keterangannya secara terpisah.
Selain edukasi, upaya pencegahan lain dilakukan dengan melakukan program screening kesehatan secara berkala di Puskesmas, sekolah, masyarakat, hingga Lembaga Pemasyarakatan. Melalui screening tersebut, jika ditemukan adanya masalah atau indikasi penyalahgunaan, Dinas Kesehatan akan memfasilitasi proses rehabilitasi ke rumah sakit atau ke BNN.
dr Hamida menambahkan banyak faktor pemicu penyalahgunaan narkoba. Antara lain pengaruh pergaulan, kemudahan akses internet, rasa penasaran untuk mencoba, hingga kurangnya keharmonisan dan perhatian di dalam keluarga. “Jadi peran orang tua penting untuk membangun pola asuh (parenting) yang komunikatif. Orang tua diharapkan bisa memposisikan diri sebagai sahabat anak agar anak tidak merasa kesepian atau mencari pelarian di luar rumah, terlebih saat masa transisi anak-anak menuju remaja yang rentan dan mudah terpengaruh,” tegasnya.
Melalui komitmen bersama serta peran aktif keluarga, dr Hamida berharap dapat mewujudkan Kota Kediri yang bersih dari narkoba demi menyelamatkan generasi muda dan aset bangsa.
Di tempat yang sama, Kepala BNN Kota Kediri Yudha Wirawan dalam paparannya mengatakan secara nasional, data penyalahgunaan narkoba saat ini mencapai 2,11 persen. Hal ini menjadi peringatan dan perhatian serius untuk semua daerah, khususnya di Kota Kediri. Terlebih perkembangan Kota Kediri yang semakin pesat dengan hadirnya bandara, akses jalan tol, serta tingginya mobilitas penduduk dan mahasiswa menjadikan wilayah ini memiliki potensi kerawanan terhadap peredaran narkoba.

Yudha menegaskan, peran serta masyarakat sangat penting untuk membantu BNN maupun Pemerintah Kota Kediri agar Kota Kediri bersih dari narkoba. Masyarakat diimbau segera melaporkan apabila menemukan indikasi penyalahgunaan narkoba di lingkungannya. Beberapa tanda yang dapat dikenali antara lain perubahan fisik seperti tubuh semakin kurus, mata cekung, atau berjalan sempoyongan; perubahan sosial berupa kecenderungan menyendiri dan menjauh dari lingkungan; serta perubahan psikologis seperti emosi yang tidak stabil dan mudah marah.
“Semakin cepat dilaporkan, semakin cepat korban mendapatkan penanganan dan rehabilitasi sehingga tidak terjerumus menjadi pecandu berat atau bahkan dimanfaatkan sebagai kurir maupun pengedar narkoba,” jelasnya.
Terakhir, Yudha mengajak generasi muda untuk menjadi garda terdepan dalam menjaga masa depan bangsa dari ancaman narkoba. Pemuda harus memiliki ketahanan diri yang kuat untuk menolak penyalahgunaan narkoba.

