TAS FM
News

Gus Bidin Dukung Pencak Dor Menjadi WBTbI

Gus Bidin Dukung Pencak Dor Menjadi WBTbI
Gus Bidin Dukung Pencak Dor Menjadi WBTbI

Tasfm.com – Pencak Dor adalah tradisi pertarungan bebas tradisional yang lahir dan berkembang di lingkungan pondok pesantren di Kediri, terutama di Pesantren Lirboyo. Kesenian ini memadukan unsur seni bela diri pencak silat, olahraga, dan budaya, yang diiringi oleh musik khas, yaitu alat musik “cidor” (kendang dan jidor).

Dinas Kebudayaan Pariwisata Kepemudaan dan Olahraga Kota Kediri (Disbudparpora), berkunjung ke kediaman K.H. Ahmad Badrul Huda Zainal Abidin atau lebih familiar dengan sapaan Gus Bidin. Untuk meminta dukungan sekaligus do’a, terkait pengusulan pencak dor menjadi Warisan Budaya Takbenda Indonesia (WBTbI).

Kepala Dinas Budparpora Kota Kediri Bambang Priyambodo S.H. M.M, menyampaikan, Alhamdulilah pertemuan dengan Gus Bidin sangat lancar. Poin – poin pertemuan tadi diantaranya:
Meminta dukungan sekaligus doa agar proses pengajuan pencak dor menjadi WBTbI lancar. Kemudian meminta persetujuan melegalkan materi pengajuan sebagai kelengkapan dokumen administrasi seleksi WBTbI.

“Semoga proses seleksi penetapan melalui sidang ahli oleh Kemendikbudristek/Kementerian Kebudayaan nanti lancar tidak ada kendala,” ungkapnya.

Lebih jauh, Bambang Priyambodo menerangkan, pencak dor ini sudah menjadi khasanah budaya bangsa dan menjadi identitas nasional dan menjadi alat pemersatu bangsa.

“Dengan demikian Disbudparpora wajib untuk melindungi, melestarikan, dan mengembangkan budaya agar tetap hidup (sustainable) di masyarakat, bukan sekadar sertifikasi,” tegasnya.

Gus Bidin, ditempat yang sama menyampaikan bahwa langkah Disbudparpora mengusulkan pencak dor menjadi WBTbI sangat mendukung penuh. Menurutnya, langkah ini sebagai bentuk upaya pelestarian tradisi dan perlindungan budaya dari klaim pihak lain.

“Pencak dor itu merupakan seni bela diri yang merupakan budaya asli Indonesia yang lahir di Kediri,” ujarnya. Selasa (14/4/2026).

Pencak Dor, lanjut Gus Bidin tidak hanya sebagai tontonan, tetapi juga sebagai kearifan lokal yang melestarikan nilai gotong royong dan jati diri pemuda. Bertujuan sebagai solusi atas maraknya perkelahian remaja di Kediri, diubah menjadi arena tanding resmi untuk menyatukan pendekar, bukan memecah belah.

” Saat ini, pencak dor telah menjadi kearifan lokal yang lestari dan sering diselenggarakan di Kediri dan sekitarnya, sangat wajar bahkan dianjurkan pemerintah melindungi tradisi asli Kediri, ini merupakan langkah strategis dalam pelestarian kekayaan budaya Nusantara.” tandasnya. (*)

Reporter : Panji Achmad Chaplin

Artikel Terkait

2 Pendaki Tersesat di Gunung Klotok Kediri, Operasi Penyelamatan Berlangsung 4 Jam

Jembatan Brawijaya Terbakar,Polisi : Akan Lidik Penyebab Utamanya.

Editor TASFM.com

Kongres Persatuan PWI 2025 Sukses, Panitia Sampaikan Apresiasi atas Dukungan Berbagai Pihak