TAS FM
News

Strategi Percepatan Penurunan Stunting, Kecamatan Mojoroto Gandeng Persatuan Ahli Gizi Indonesia

Strategi Percepatan Penurunan Stunting, Kecamatan Mojoroto Gandeng Persatuan Ahli Gizi Indonesia
Strategi Percepatan Penurunan Stunting, Kecamatan Mojoroto Gandeng Persatuan Ahli Gizi Indonesia

Tasfm.com – Stunting menjadi masalah dunia karena implikasinya menentukan masalah masa depan bangsa. Meskipun angka prevalensi stunting menurut riset pada tahun 2024 menurun. Kecamatan Mojoroto gandeng Persatuan Ahli Gizi Indonesia (Persagi) DPC Kota Kediri untuk memberi edukasi gizi serta pemberian bantuan pangan bergizi untuk ibu hamil dan balita terdampak stunting, Selasa (9/12/2025) siang. Upaya tersebut sebagai strategi percepatan penurunan stunting dan pencegahan sejak dini terutama bagi ibu hamil berisiko Kurang Energi Kronis (KEK).

Forum Kordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam), yang terdiri dari Camat, Kapolsek dan Danramil, serta Lurah se-Kecamatan Mojoroto, jajaran PKK, dan Ketua TP PKK Kota Kediri, Ning Faiqoh, turut hadir dalam kegiatan ini.

Nuzul Dwi Utami, Ketua Persagi DPC Kota Kediri, menekankan kegiatan ini murni diinisiasi para ahli gizi. Penanganan stunting tidak boleh dilakukan setengah-setengah. Selain penyuluhan gizi dan pola asuh, kami juga memberikan makanan berprotein tinggi yang dihimpun dari donasi internal Persagi.

“Kegiatan ini belum tersentuh oleh Pemkot Kediri, murni dari dana donasi pengurus persagi, pun begitu, kami akan sentuh dan terus mengkampayekan penurunan angka stunting,” ungkapnya.

Ditempat yang sama, Ketua TP PKK Kecamatan Mojoroto, Yayuk Ernawati, menyampaikan kolaborasi lintas pihak mulai menunjukkan dampak positif. “Hasil kerja bersama angka stunting di Mojoroto sebelumnya berada pada angka 17 persen, dan kini perlahan turun menuju 14 persen,” jelasnya.

Disisi lain, Camat Mojoroto, Abdul Rahman, SH., MSI., menekanakan penanganan stunting memerlukan keterlibatan berbagai sektor secara berkesinambungan.

“Selain bantuan pangan bergizi, kami mendorong urban farming di setiap kelurahan agar pemenuhan makanan sehat dapat dimulai dari lingkungan warga sendiri. Ini sejalan dengan program berkelanjutan Pemerintah Kota Kediri,” tandas Camat.

Kekuatan sinergi dan kemitraan, memfasilitasi mekanisme pengawasan dan evaluasi yang kuat. Ahli gizi dapat membantu pemerintah dalam memonitor dampak dan membangun kesehatan bangsa. Meningkatkan status gizi dan kesehatan masyarakat Indonesia secara keseluruhan. (*)

Artikel Terkait

Gus Qowim Terima Kunker FKUB Kota Depok

Wujud Kepedulian, Mbak Wali Jenguk Personel Damkar Korban Sengatan Tawon Vespa

Pegawai Pemkab Kediri dan Instansi Vertikal Halal Bihalal Bareng Mas Dhito di Pendopo