TAS FM
HeadlineNews

Inflasi Melejit, Masyarakat Menjerit.

Inflasi Melejit, Masyarakat Menjerit.
Inflasi Melejit, Masyarakat Menjerit.

Tasfm.com – Memasuki kuartal keempat pada Oktober tahun 2025 Kota Kediri mengalami inflasi yang lebih tinggi dari bulan sebelumnya, berdasarkan data Indek Harga Konsumen (IHK) yang dirilis Kantor Perwakilan Bank Indonesia (KPwBI) Kediri dan Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Kediri (3/11/2025), Inflasi di Kota Kediri tercatat 0,40% secara bulanan (month-to-month/mtm). Angka 0,40%(mtm) ini lebih tinggi dibandingkan bulan sebelumnya yang berada di 0,32%(mtm), mengindikasikan adanya tekanan harga yang lebih kuat di bulan Oktober. Kenaikan Inflasi bulan Oktober utamanya berasal dari kelompok Perawatan Pribadi dan Jasa lainnya khususnya pada komoditas Emas Perhiasan. Kelompok kebutuhan pokok dan tembakau juga mendorong Inflasi di bulan Oktober terlebih dengan naiknya harga telur ayam ras, cabai merah, apel dan daging Ayam Ras.

Disisi lain sejumlah komoditas pangan mengalami penurunan harga yang menahan laju inflasi diantaranya cabai rawit, alpukat, jagung manis, semangka serta melon.
Meskipun terjadi kenaikan bulanan, secara tahunan (year-to-year/ytd), Inflasi IHK Kota Kediri berada di angka 2,68% (yoy) atau dalam rentang sasaran Inflasi 2025
Kondisi yang sama juga terjadi di Kota Madiun adanya Inflasi bulanan (month-to-month/m-to-m)sebesar 0,35 % pada Oktober 2025, angka ini menunjukan adanya peningkatan laju inflasi di bulan sebelumnya 0,03%(mtm), meskipun dinilai inflasi tersebut masih terkendali.

Komoditas yang tercatat mengalamai lonjakan harga yang signifikan sehingga menjadi penyumbang inflasi utama adalah telur ayam Rras, tarif rumah sakit, jeruk, dan bawang merah, selain itu didukung kenaikan harga emas perhiasan.
Sedangkan komoditas yang bisa menekan angka Inflasi di Kota Madiun diantaranya cabai rawit, beras, ayam hidup, terong serta makanan ringan atau snack.
Di Kota Madiun Inflasi IHK tahun kalender (year-to-year/yty) sebesar 2,53% yang berada dalam rentang target Inflasi tahun 2025


Sementara itu di Kabupaten Tulungagung yang juga menjadi wilayah kerja KPwBI Kediri mencatat adanya Inflasi bulanan (month-to-month/m-t-m) sebesar 0,24 % pada Oktober 2025. Angka ini sedikit lebih rendah bila dibandingkan Inflasi sebelumnya 0,30% (mtm)
Penyumbang utama Inflasi di Kabupaten Tulungagung masih didominasi emas perhiasan, telur ayam ras, cabai merah, sawi hijau, serta bawang merah.
Adapula komoditas tertentu sebagai penahan Inflasi yaitu terong, beras, cabai rawit, daging ayam ras, serta kangkung.
Inflasi tahunan (year-to-year/ytd), IHK Kabupaten Tulungagung berada di angka 3,07% (yoy) masih dalam rentang sasaran Inflasi 2025

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Kediri Yayat Cadarajat, mengatakan, perlunya koordinasi dan sinergi yang erat antara Bank Indonesia, Pemerintah Daerah dan Tim Pengendali Inflasi Daerah (TPID),”
”Yang terpenting menjaga komunikasi efektif terkait dengan pengendalian inflasi melalui belanja bijak. Meliputi, penyusunan neraca pangan daerah dan pemantauan harga melalui Early Warning System (EWS) terutama untuk komoditas penyumbang inflasi” ungkapnya.
Menurutnya dibutuhkan penguatan dari berbagai sisi untuk komoditas pangan serta memastikan kelancaran dan ketersediaan pasokan tetap terjaga sehingga tercipta kestabilan harga. (Elsa)

Artikel Terkait

Karyawan Pabrik Sebut Program Mas Dhito Beri Manfaat Bagi Masyarakat Kecil

Warga Blabak Kota Kediri Keluhkan Pemasangan Tiang Internet di Area Pekarangannya Tanpa izin

Jaga Kelestarian Cagar Budaya, Pemkot Kediri Lakukan Pembersihan Sampah di Bawah Jembatan Lama

Editor TASFM.com