TAS FM
News

Promosikan Boncolono dan Pencak Dor di WBtb, Kadis Budparpora Bambang : Warisan Lokal Menjaga Akar Budaya ditengah Tantangan Globalisasi

Promosikan Boncolono dan Pencak Dor di WBtb, Kadis Budparpora Bambang : Warisan Lokal Menjaga Akar Budaya ditengah Tantangan Globalisasi
Promosikan Boncolono dan Pencak Dor di WBtb, Kadis Budparpora Bambang : Warisan Lokal Menjaga Akar Budaya ditengah Tantangan Globalisasi

Tasfm.com – Pemerintah Kota Kediri melalui Dinas Kebudayaan Pariwisata Pemuda dan olahraga Kota Kediri (Disbudparpora) promosikan situs Boncolono dan Pencak Dor. Upaya ini bentuk pelestarian dan pengembangan budaya lokal melalui pariwisata mempromosikan identitas sekaligus menggerakkan ekonomi.

Kepala Dinas Budparpora Kota Kediri Bambang Priyambodo, mengungkapkan kemarin kita mengajukan dua identitas lokal yang pertama kisah Mbah Boncolono atau yang biasa disebut dengan maling Gentiri atau “Robin Hood” salah satu tokoh legendaris pada zamannya yang sekarang makamnya berada di atas bukit maskumambang. Banyak orang luar daerah yang semuanya nguri-nguri.

Selanjutnya yang kedua, pencak dor diakui sebagai kearifan lokal yang penting untuk dilestarikan oleh masyarakat Kediri, menjadikannya ikon budaya yang memperkuat persatuan. “Pencak Dor Kediri adalah warisan budaya takbenda dan seni bela diri khas yang berakar dari lingkungan Pondok Pesantren Lirboyo, Kota Kediri, sekitar tahun 1960-an. Tradisi ini diinisiasi oleh KH. Maksum Jauhari (Gus Maksum),” ungkap Bambang.

Dengan demikian, Pemerintah Daerah punya kewajiban menginventarisasi, mendokumentasikan, dan mengusulkan Warisan Budaya Takbenda (WBTb) khas daerahnya ke
Kementerian Kebudayaan.

“Kewajiban ini bertujuan melestarikan tradisi, seni, adat istiadat, dan pengetahuan lokal, serta memperkuat identitas budaya nasional dari kepunahan,” jelasnya

Menjaga tradisi tidak berarti menutup diri dari luar, melainkan bijak memilih apa yang dipertahankan dan beradaptasi tanpa mengorbankan nilai-nilai luhur. “Tantangan globalisasi pemerintah berupaya dengan mengupayakan ekonomi kreatif merawat identitas bangsa, memperkaya nilai kehidupan, dan membentengi masyarakat dari dampak negatif agar menjadi peluang.” Pungkas Bambang.

Pencak Dor

Pencak” berasal dari gerakan silat, sedangkan “Dor” berasal dari suara instrumen musik Jidor yang mengiringi pertandingan.
Filosofi: Mengusung moto “Di Atas Lawan, Di Bawah Kawan”, yang artinya pertarungan hanya terjadi di dalam arena, namun di luar tetap bersaudara. Selain ajang latihan, ini juga menjadi tontonan budaya yang menyatukan masyarakat. Kini, Pencak Dor telah berkembang dari sekadar ajang lokal pesantren menjadi pertandingan bergengsi yang menampilkan pesilat dari berbagai daerah, namun tetap menjaga nilai-nilai silaturahmi.

Boncolono/Maling Gentiri/Robin Hood

Mbah Boncolono (Ki Ageng Gentiri) adalah tokoh legendaris Kediri yang dikenal sebagai “Robin Hood” lokal karena mencuri harta penjajah Belanda untuk dibagikan kepada rakyat miskin. Ia sakti mandraguna dengan Ajian Pancasona/Rawa Rontek dan dimakamkan secara terpisah (kepala di Ringin Sirah, tubuh di Gunung Maskumambang).

Konon, ia dikalahkan dengan cara dipenggal dan tubuhnya dipisah untuk menonaktifkan ilmunya.
Makam Tubuh: Berada di puncak Bukit Maskumambang, kawasan wisata Goa Selomangleng, Kota Kediri.
Makam Kepala: Berada di Ringin Sirah, belakang Kediri Mall (perempatan Jalan Hayam Wuruk – Jalan Joyo Boyo).

Peran Pemerintah dan Kebijakan pemerintah yang mendukung pelestarian budaya diperlukan untuk menjaga keberlangsungan warisan leluhur. Budaya dan pengembangan pariwisata berkelanjutan (sustainable tourism) bertujuan mempromosikan tradisi sekaligus memberikan dampak ekonomi selaras dengan program Walikota Kediri D’CITO / Kediri City Tourism. (*)

Reporter : Panji Achmad Chaplin

Artikel Terkait

Heru Ingatkan ASN Jaga Netralitas di Pilkada 2024

520 Pesepeda Siap Taklukan Kelok Sembilan dan Tanjakan Gigi Satu

Apel Besar Hari Pramuka ke-63, Pj Wali Kota Kediri Sematkan Tanda Penghargaan Gerakan Pramuka