TAS FM
News

Gereja Merah Kediri Diajukan CBPN, Kadis Budparpora Bambang Priyambodo: Penetapan Cagar Budaya Nasional Akan Hadirkan Menbud Fadli Zon

Gereja Merah Kediri Diajukan CBPN, Kadis Budparpora Bambang Priyambodo: Penetapan Cagar Budaya Nasional Akan Hadirkan Menbud Fadli Zon
Gereja Merah Kediri Diajukan CBPN, Kadis Budparpora Bambang Priyambodo: Penetapan Cagar Budaya Nasional Akan Hadirkan Menbud Fadli Zon

Tasfm.com – Pemerintah Kota Kediri lewat Dinas Kebudayaan Kepemudaan Pariwisata dan Olahraga (Disbudparpora) berupaya meningkatkan peringkat cagar budaya dua situs yaitu gereja merah dan goa selomangleng.

Dalam kunjungan di gereja merah, kepala dinas budparpora kota Kediri Bambang Priyambodo, menyampaikan pengajuan ini menjadi bagian dari pemerintah pusat terhadap upaya daerah dalam menjaga dan melestarikan peninggalan sejarah.

“Tadi kita sudah masuk semuanya ke dalam kita lihat semuanya memang secara bangunan secara administrasi layak untuk kita banggakan layak untuk kita pedulikan layak untuk kita usulkan betul-betul menjadikan warisan budaya dan ini kita usulkan menjadi cagar budaya peringkat nasional (CBPN), mudah-mudahan nanti bisa diterima oleh Tim Ahli Cagar Budaya Nasional (TACBN),” ungkapnya.

Dengan upaya tersebut, Bambang berharap proses pengajuan cagar budaya peringkat Nasioanal berjalan mulus. Untuk itu, Bambang berupaya dalam penyerahan sertifikat penetapan Cagar Budaya Nasional akan menghadirkan Menteri kebudayaan.

“Semoga Menbud Fadli Zon berkenan hadir secara pribadi untuk menyerahkan sertikat penetapan cagar budaya nasional kepada Pemerintah Kota Kediri. ” tegasnya. Kamis (9/4/2026) siang.

Disisi lain, Bambang mengakui masih banyak bangunan dan peninggalan bersejarah yang secara faktual layak menjadi cagar budaya, namun belum tertib secara administrasi.

“Banyak bangunan peninggalan yang merupakan cagar budaya, tetapi secara administrasi belum diurus. Sehingga Pemkot Kediri berkomitmen, ke depan agar lebih banyak lagi yang diusulkan,” pungkasnya.

Sejarah Dan Gaya Arsitektur Gereja Merah Kota Kediri

Menurut juru pelihara, Lauren Hendri, Sejarah Gereja Merah Kediri didirikan pada tanggal 21 Desember 1904.
Fungsi Awal: Dibangun sebagai tempat ibadah jemaat kolonial Belanda di Kediri.

Julukan “Gereja Merah”: Populer sekitar tahun 1994 ketika cat putih gading diubah menjadi merah, atau menurut sumber lain, warna merah bata menonjol setelah renovasi.

Gereja Merah ini diakui sebagai bangunan cagar budaya yang masih mempertahankan keaslian struktur, termasuk jendela, pintu kayu jati, dan interior seperti mimbar serta kursi.
Gaya Arsitektur Neo-Gothic Eropa

Menampilkan ciri khas bangunan kolonial Belanda yang tinggi dan ramping.
Konstruksi: Dinding gereja disusun menggunakan teknik lama tanpa rangka besi, mengandalkan tumpukan batu bata yang kokoh.

Elemen Bangunan: Pintu dan jendela jati berukuran besar, balkon kayu asli di dalam ruangan, dan fasad merah yang khas.

Struktur: Memiliki lima ruang utama, termasuk ruang informasi, ruang utama, balkon, ruang konsistori, dan menara.

Ditempat yang sama, pendeta Alfriani Sinambela mewakili seluruh jemaat yang berjumlah 120 KK menyampaikan rasa terima kasih kepada Pemerintah Kota Kediri. Selama ini Pemkot kediri sangat perhatian terhadap gedung GPIB Immanuel Kediri.

“Dibuktikan dengan 2 tahun sekali kami mendapat dana hibah 100 juta dari Pemkot. Sedangkan pada tahun 2025 kami dapat 100 juta untuk pemasangan AC dan kami sudah laporkan ke Disbudparpora. Apalagi sekarang gereja merah akan diajukan menjadi cagar budaya tingkat nasional,” kata Afriani. (*)

Reporter : Panji Achmad Chaplin

Artikel Terkait

Mbak Wali Tekankan Pentingnya Skill dan Karakter di Era AI Saat Hadiri Wisuda UNISKA

Dukung Ekonomi Lokal, Mbak Cicha Ajak Masyarakat Meriahkan Bela-Beli Produk

Hujan Lebat dan Angin Kencang Picu Pohon Tumbang, BPBD Kota Kediri Tanggap Cepat Atasi Dampak Cuaca Ekstrem