
Tasfm.com – Penguatan organisasi tidak hanya membutuhkan struktur kepengurusan yang lengkap, tetapi juga komunikasi, kepedulian, dan program kerja yang mampu menjawab kebutuhan anggota maupun masyarakat. Hal tersebut menjadi salah satu hal yang ditekankan Wakil Wali Kota Kediri Qowimuddin saat menghadiri Rapat Pimpinan Cabang (Rapimcab) Simpul Pelajar PC IPNU dan IPPNU Kota Kediri di Kelurahan Kampung Dalem, Sabtu (7/11/2026). Dalam kegiatan tersebut juga dilakukan peluncuran Jarvist, Taku, dan Buku Pedoman Organisasi.
“Saya menyampaikan apresiasi kepada seluruh pengurus IPNU dan IPPNU Kota Kediri yang terus bersemangat dalam berorganisasi. Di tengah kesibukan belajar dan berbagai aktivitas lainnya, rekan dan rekanita masih mau meluangkan waktu untuk berkumpul, berdiskusi, dan memikirkan bagaimana organisasi ini bisa terus berkembang,” ujarnya.
Wakil Wali Kota mengungkapkan bahwa Simpul Pelajar yang diangkat dalam kegiatan tersebut memiliki makna menarik, yakni simpul sebagai simbol yang menyatukan, menguatkan, dan menjaga setiap bagian agar tetap terhubung. Setiap tingkatan organisasi, mulai dari pimpinan cabang, anak cabang, ranting, hingga komisariat, memiliki kondisi dan tantangan yang berbeda. Oleh karena itu, forum tersebut menjadi kesempatan untuk saling mendengarkan, menyampaikan persoalan yang dihadapi, serta mencari solusi bersama. “Saya berharap, Rapimcab ini bisa menjadi forum untuk menyamakan program kerja, sekaligus mempererat rasa memiliki terhadap organisasi. Karena organisasi yang kuat harus didukung struktur lengkap disertai kepedulian para pengurus untuk mau bergerak bersama,” ungkapnya.
Gus Qowim menjelaskan bahwa tantangan yang dihadapi anak muda saat ini semakin kompleks. Perkembangan teknologi memang memudahkan mereka untuk terhubung dengan siapa saja dari berbagai belahan dunia. Namun, di tengah kemudahan tersebut, anak muda tetap perlu menjaga kepekaan dan kepedulian terhadap orang-orang di sekitarnya. Sebab, respons cepat terhadap berbagai hal di media sosial belum tentu diimbangi dengan kesadaran untuk melihat dan memahami ketika ada teman di dekat mereka yang sedang mengalami kesulitan.
“Di sinilah saya rasa idealisme anak muda sedang diuji. Apakah semangat kebersamaan dan kepedulian yang dimiliki generasi terdahulu masih terus kita rawat atau jangan-jangan kita semakin sibuk dengan urusan masing-masing. Saya percaya, generasi muda hari ini tetap memiliki semangat dan kepedulian yang besar. Tinggal bagaimana semangat itu kita arahkan menjadi tindakan nyata,” jelasnya.
Terakhir, Gus Qowim berharap melalui Rapimcab tersebut dapat terbangun kesepahaman dan komitmen bersama untuk membawa IPNU dan IPPNU Kota Kediri semakin maju. Ia juga mengajak seluruh jajaran organisasi untuk mendengarkan aspirasi dari ranting dan komisariat serta memberikan ruang bagi kader muda untuk menyampaikan gagasan. Selain itu, setiap program yang direncanakan diharapkan benar-benar menjawab kebutuhan anggota maupun masyarakat.

Menurutnya, organisasi tidak seharusnya hanya menjadi tempat berkumpul dan menjalankan agenda rutin, tetapi juga menjadi ruang bagi kader untuk tumbuh, mengembangkan kemampuan, membangun kepedulian, serta menghadirkan manfaat bagi lingkungan sekitar. Pemerintah Kota Kediri, lanjutnya, menyambut baik semangat kolaborasi dari rekan dan rekanita, khususnya dalam bidang pendidikan, kepemudaan, dan sosial kemasyarakatan.
Turut hadir, Anggota DPRD Choirudin Mustofa, kepala OPD terkait, Ketua IPNU Kota Kediri, Ketua IPPNU Kota Kediri, Ketua Anshor Kota Kediri, majelis alumni IPNU-IPPNU Kota Kediri, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta tamu undangan lainnya.

