TAS FM
News

Pertama di Gelar di Kota Kediri, Mbak Wali Apresiasi Djoyobo Antique Rendezvous Race Sebagai Ajang Silaturahmi Pecinta Motor Antik

Pertama di Gelar di Kota Kediri, Mbak Wali Apresiasi Djoyobo Antique Rendezvous Race Sebagai Ajang Silaturahmi Pecinta Motor Antik

Tasfm.com – Deretan motor antik dengan beragam model dan usia menjadi daya tarik tersendiri dalam kegiatan Djoyoboyo Antique Rendezvous Race (DARR) bertema Ride the Legacy, Feel the History yang untuk pertama kalinya digelar di Kota Kediri. Kegiatan yang berlangsung di GOR Jayabaya Kota Kediri ini semakin menarik saat Wali Kota Kediri Vinanda Prameswati turut menaiki salah satu motor antik untuk memasuki area panggung sekaligus menyapa para pecinta motor antik yang hadir, Sabtu (7/11/2026).

DARR 2026 yang diselenggarakan oleh Joyoboyo Motor Antik Club (JMAC) Kediri, berlangsung selama dua hari, 6–7 November 2026 dan diikuti oleh pecinta motor antik dari berbagai daerah. Selain menjadi ajang berkumpulnya para pecinta motor antik, kegiatan ini juga menghadirkan perlombaan yang terbagi dalam sembilan kelas dan diikuti oleh 80 peserta dari berbagai daerah, seperti Bali, Tangerang, Bandung, Semarang, dan sejumlah daerah lainnya.

Saat memberikan sambutan, Mbak Wali mengungkapkan kebahagiaannya karena Kota Kediri dipercaya menjadi tuan rumah kegiatan yang berlangsung selama dua hari tersebut. Ia mengapresiasi antusiasme para peserta yang datang dari berbagai daerah, di antaranya Yogyakarta, Surabaya, Malang dan lain sebagainya.

Menurutnya, motor antik memiliki keistimewaan tersendiri. Bukan sekadar kendaraan, tapi setiap motor menyimpan sejarah dan cerita. Bahkan, beberapa di antaranya merupakan kendaraan yang digunakan pada masa perang. Menariknya, meskipun diproduksi sejak tahun 1940-an, motor-motor tersebut masih memiliki mesin yang kuat dan menjadi bagian dari perlombaan.

“Di sini saya melihat, semakin lama usia motornya dan semakin antik modelnya, justru semakin memiliki kebanggaan tersendiri bagi pemiliknya. Tadi saya juga sempat bertanya kepada Ketua MACI, motor sebagus ini kalau dilombakan apa tidak sayang. Namun, menurut beliau tidak, karena yang diuji adalah kekuatan mesinnya,” jelasnya.

Mbak Wali juga mengapresiasi kekompakan para anggota dan panitia yang tetap menjaga semangat selama kegiatan berlangsung. Ia berharap nilai kebersamaan, solidaritas, dan kepedulian yang tumbuh dalam komunitas dapat terus dijaga dan disebarkan kepada masyarakat.

Ia juga berharap komunitas motor antik dapat menjadi inspirasi bagi komunitas lainnya dalam menjaga nilai-nilai kebaikan. Selain itu, kegiatan ini diharapkan memberikan manfaat sebesar-besarnya, khususnya bagi masyarakat Kota Kediri.

Djoyoboyo Antique Rendezvous Race merupakan ajang balap motor antik yang diikuti motor-motor berusia lebih dari 50 tahun. Secara umum, motor dikategorikan antik apabila diproduksi sebelum 1975. Namun, motor yang mengikuti perlombaan ini mayoritas merupakan produksi era 1940 hingga 1960. Menariknya, motor-motor tersebut merupakan buatan Eropa dan Amerika yang dulunya digunakan untuk keperluan perang.

Terdapat sembilan kelas yang diperlombakan, di antaranya Sixty Club Race Class untuk pengendara berusia di atas 60 tahun, Old School Class 500UP untuk motor old school style & chopper di atas 500 CC dan twin engine di bawah tahun 1984. Lalu Side Valve Class untuk motor side klep di bawah 650 CC, Single Class untuk motor satu silinder di bawah 500 cc, Twin Class untuk motor dua silinder, Hand Shifter Class untuk motor dengan hand Shifter dan power engine di atas 750 CC, Two Stroke Class FFA untuk motor 2 tak khusus motor Eropa dan Amerika di bawah tahun 1975 FFA Class.

Kemudian ada Two Stroke Under 150 Class untuk motor 2 tak dengan power engine di bawah 150 CC, serta De Mazda Class untuk motor custom dan power engine Mazda B600 CC dengan mesin mobil yang dimodifikasi menjadi motor. Mengusung konsep fun race, kegiatan ini lebih mengutamakan kebersamaan sekaligus menjadi wadah berkumpul para pecinta motor antik.

Hadir pula Pj Sekretaris Daerah Kota Kediri Endang Kartika Sari, kepala OPD di lingkungan Pemerintah Kota Kediri, Ketua Motor Antique Club Indonesia (MACI) Pusat Suharno, Ketua Koordinator Wilayah Timur MACI Mifthakul Ulum, Ketua JMAC Kediri Kriswahyudi, Ketua Pelaksana Djodoboyo Antique Rendezvous Race Handy Wijaya Soediro, beserta panitia dan pecinta motor antik dari berbagai penjuru tanah air.

Artikel Terkait

Pulihkan Kesehatan Mental Warga, Pemkot Kediri Sigap Lakukan Trauma Healing secara Komprehensif

Tingkatkan Pemahaman Interaksi dengan Penyandang Disabilitas, Pemkot Kediri Gelar Pelatihan Etika Berinteraksi dengan Penyandang Disabilitas

Hadiri Perayaan Dharma Santi Kabupaten Kediri, Mas Dhito Serukan Toleransi