
Kolaborasi Senior-Muda Memimpin PKB Kediri: Sekretaris Muda PKB Kediri Siap Amankan Suara Milenial, Perkuat Akar Pesantren dan Masyarakat di Pemilu 2031
Tasfm.com – Dewan Pengurus Pusat (DPP) Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) resmi menerbitkan Surat Keputusan (SK) mengenai susunan kepengurusan Dewan Pengurus Cabang (DPC) PKB Kabupaten Kediri untuk periode 2026-2031. Berdasarkan keputusan tersebut, duet KH. Umar Faruq (Gus Faruq) dan H. Sentot Djamaluddin kembali dipercaya untuk menahkodai DPC PKB Kabupaten Kediri. Gus Faruq tetap menempati posisi strategis sebagai Ketua Dewan Syuro, sedangkan H. Sentot Djamaluddin kembali mengemban amanah sebagai Ketua Tanfidz.
*Harmoni Pesantren dan Masyarakat Umum*
Kembalinya duet Gus Faruq dan Sentot Djamaluddin dinilai sebagai representasi kekuatan PKB yang saling melengkapi di Kabupaten Kediri. Profil Gus Faruq yang merupakan salah satu dzurriyah (keturunan) dari Pondok Pesantren Al-Falah, Ploso—salah satu pondok pesantren Nahdlatul Ulama (NU) terbesar di Kabupaten Kediri—memperkokoh basis kultural dan spiritual kaum santri. Di sisi lain, Sentot Djamaluddin kuat dalam mengakar dan bergerak di ranah masyarakat umum serta birokrasi. Kombinasi ini menjaga keseimbangan yang harmonis antara nilai-nilai kepesantrenan dan dinamika sosial kemasyarakatan.
*Wajah Lama dan Kejutan Regenerasi Praktis*
Berdasarkan SK DPP PKB, komposisi kepengurusan DPC PKB Kabupaten Kediri secara umum masih dihuni oleh wajah-wajah lama yang sudah sangat familiar di telinga publik. Nama-nama politisi senior berpengalaman seperti H. Masykur Lukman, H. Abdul Hasyim, KH. Mudhofir, Bun Yanah, hingga H. Mudawamah masih memperkuat struktur partai untuk lima tahun ke depan. Meski didominasi tokoh senior, pada jajaran harian, PKB tetap menempatkan kader muda potensial pada posisi yang strategis. Ahmad Ahla merupakan anggota DPRD Kabupaten Kediri dari Fraksi PKB Kabupaten Kediri.
*Mengubah Paradigma Politik menuju Pemilu 2031*
Kehadiran Ahmad Ahla di kursi Sekretaris mendampingi H. Sentot Djamaluddin sebagai Ketua Tanfidz membawa angin segar bagi peta politik di Kediri. Perpaduan antara Sentot yang matang dengan Ahla yang dikenal sebagai kader muda progresif dipandang sebagai bentuk regenerasi praktis yang nyata.
Langkah taktis ini sengaja diambil untuk menjembatani kelompok kader lama yang berpengalaman dan cenderung konservatif dengan kelompok muda yang dinamis. Duet kepemimpinan Tanfidz ini diproyeksikan mampu mengubah paradigma politik PKB agar lebih adaptif, modern, dan inklusif.
Lebih dari sekadar penyegaran internal, masuknya darah muda di posisi inti ini merupakan strategi besar DPC PKB Kabupaten Kediri untuk mulai mencuri start. Target utamanya adalah merangkul dan merekrut suara kelompok milenial serta Gen Z yang porsinya sangat besar.
*Digitalisasi Partai untuk Rangkul Pemilih Muda Pemilu 2031*
Ditemui di Hotel Insumo, Ahmad Ahla menegaskan komitmennya untuk mengubah paradigma politik lama menuju era baru yang lebih modern. Dirinya menyoroti pentingnya adaptasi teknologi guna menghadapi Pemilu 2031 yang akan didominasi oleh pemilih muda dari kalangan milenial dan Gen Z.
Menurut Ahla, transformasi digital bukan lagi sebuah pilihan, melainkan keharusan dalam sistem manajerial organisasi kepartaian saat ini. Digitalisasi akan diterapkan mulai dari sistem pengarsipan internal, konsolidasi kader di tingkat kecamatan dan desa, hingga pola komunikasi politik ke masyarakat luas.

“Kami ingin mengubah paradigma politik PKB agar lebih adaptif terhadap perkembangan zaman. Melalui digitalisasi, kami akan mempermudah akses informasi, mempercepat konsolidasi, dan menghadirkan program-program yang relevan bagi anak muda. Pemilih muda di Pemilu 2031 nanti sangat kritis dan melek teknologi. Karena itu, PKB harus hadir di ruang-ruang digital mereka dengan cara yang lebih segar, transparan, dan solutif,” ujar Ahmad Ahla di sela-sela kegiatan di Hotel Insumo. Minggu (25/10/2026).
Langkah taktis yang dipelopori oleh duet Sentot-Ahla ini diharapkan mampu menjadikan PKB Kabupaten Kediri sebagai partai yang inklusif bagi semua generasi. Melalui pendekatan digital dan gaya politik baru ini, kelompok muda diharapkan dapat menjadi pendulang suara utama yang solid demi memenangkan Pemilu 2031 mendatang. (*)
Reporter : Panji Achmad Chaplin

