
Tasfm.com – Wali Kota Kediri Vinanda Prameswati terus memastikan setiap upaya yang dilakukan pemerintah memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Hal tersebut salah satunya diwujudkan melalui penyerahan bantuan alat bantu bagi penyandang disabilitas dan sembako. Mbak Wali mendatangi rumah penerima manfaat, Selasa (15/09/2026). Para penerima manfaat tersebut adalah Supriyat (66), warga Kelurahan Ngletih, dan Mariatun (71), warga Kelurahan Bawang.
Mbak Wali tidak hanya menyerahkan bantuan, tetapi juga melihat langsung kondisi penerima manfaat dan berbincang bersama mereka. Dari pertemuan tersebut, Mbak Wali ingin memastikan dukungan yang diberikan pemerintah sesuai dengan kebutuhan dan memberikan manfaat nyata dalam kehidupan sehari-hari.
“Hari ini kita menyerahkan bantuan alat bantu mobilitas untuk penyandang disabilitas. Jadi, bulan ini kita menyerahkan kurang lebih 17 bantuan alat kepada penyandang disabilitas,” ujarnya.
Mbak Wali berharap bantuan yang diberikan dapat memberikan manfaat nyata bagi masyarakat. Dengan bantuan tersebut, penerima manfaat diharapkan dapat melakukan mobilitas sehari-hari dengan lebih mudah. Selain itu, pemberian bantuan ini juga merupakan komitmen Pemerintah Kota Kediri dalam memenuhi hak-hak penyandang disabilitas. “Mereka punya hak untuk mendapatkan pelayanan yang sama. Ini juga salah satu upaya kami untuk meringankan beban mereka. Kita juga titip pesan agar bantuan ini dimanfaatkan sebaik-baiknya,” ungkapnya.
Wali kota termuda ini juga telah berkoordinasi dengan Dinas Kesehatan melalui Puskesmas untuk melakukan pemeriksaan kesehatan terhadap penerima manfaat. Apabila penerima manfaat membutuhkan penanganan lebih lanjut, dapat dilakukan rujukan ke rumah sakit. “Saya sudah koordinasi agar kondisi kesehatan penerima manfaat ini dipantau. Apabila dibutuhkan layanan kesehatan lebih lanjut, bisa dilakukan rujukan,” jelasnya.
Bagi penerima bantuan alat bantu disabilitas, dukungan tersebut diharapkan dapat memberikan perubahan dalam aktivitas sehari-hari. Supriyat, misalnya, sebelumnya mengalami kesulitan berjalan setelah mengalami kecelakaan dua tahun lalu. Setelah mendapatkan bantuan kursi roda, Supriyat lebih mudah berpindah tempat dan melakukan kegiatan sehari-hari. Sementara Mariatun, tidak dapat berjalan akibat sakit stroke yang dideritanya 3 tahun.

“Setelah kecelakaan, lama-lama bengkak lalu tidak bisa jalan. Akhirnya saya ngesot. Alhamdulillah sekarang ada kursi roda, bisa memudahkan bergerak. Bisa ke depan rumah bertemu tetangga dengan lebih mudah,” ujarnya.
Kepala Dinas Sosial Imam Muttakin menambahkan, untuk pengajuan bantuan alat bantu disabilitas, rata-rata terdapat 50 hingga 60 pemohon. Bantuan yang diajukan juga beragam, tergantung kebutuhan penerima manfaat. Pengajuan bantuan dapat dilakukan melalui kelurahan. “Ada yang mengajukan kursi roda, ada yang kruk, ada alat bantu dengar sesuai dengan kebutuhan disabilitas. Ini adalah komitmen dari Pemerintah Kota Kediri untuk memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat,” imbuhnya.
Turut mendampingi, Kepala DPKP Syamsul Bahri, Camat Pesantren Judi Kuncoro, lurah, dan pihak terkait lainnya.

