
Tasfm.com – Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) meresmikan 27 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di sejumlah daerah di Indonesia. Peresmian dipusatkan di Pondok Pesantren Lirboyo, Kota Kediri.
Ketua Umum PBNU, Yahya Cholil Staquf, mengatakan hingga kini lebih dari 250 unit SPPG telah beroperasi secara nasional. Program ini menjadi bagian dari upaya pemenuhan gizi masyarakat sekaligus penguatan ketahanan sosial berbasis komunitas.
“Ke depan kita harapkan SPPG ini menjadi simpul dari berbagai inisiatif ketahanan masyarakat yang sedang kita bangun,” katanya. Selasa (15/4/2026).
Sekedar diketahui, kawasan Pondok Pesantren Lirboyo, saat ini baru terdapat dua SPPG yang aktif melayani kebutuhan santri. Padahal, jumlah santri di kawasan tersebut diperkirakan mencapai sekitar 52 ribu orang.
Wakil Kepala Badan Gizi Nasional Bidang (BGN) Operasional Pemenuhan Gizi, Sony Sonjaya, menilai pengembangan SPPG di lingkungan pesantren memiliki potensi besar karena tidak hanya berfungsi sebagai penyedia makanan bergizi.
Menurutnya, model SPPG di Lirboyo mulai mengarah pada integrasi ekosistem ekonomi. Hal ini terlihat dari adanya business matching yang mempertemukan pelaku usaha masyarakat dengan lembaga pembiayaan seperti perbankan, sekaligus membuka peluang penyerapan produk oleh SPPG.

“Bukan hanya memberikan makanan, tetapi bagaimana ekonomi masyarakat bisa tumbuh, didukung pembiayaan, dan produknya terserap oleh SPPG,” ungkapnya.
Integrasi antara program gizi nasional dengan penguatan ekonomi lokal ini diharapkan dapat menjadi percontohan bagi wilayah lain. Dengan adanya sinergi ini, program pemerintah tidak hanya fokus pada peningkatan kualitas sumber daya manusia melalui gizi. Diharapkan juga menjadi motor penggerak ekonomi kerakyatan di tingkat akar rumput. (*)
Reporter : Panji Achmad Chaplin
